Kraksaan, Lensaupdate.com - Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat gerakan antikorupsi dengan menyasar generasi muda. Salah satunya melalui seminar integritas muda yang digelar di aula KH. M. Hasan Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dan diikuti mahasiswa serta pelajar Unzah Genggong. Seminar tersebut juga menghadirkan Penyuluh Anti Korupsi Seluruh Indonesia (PAKSI) Kabupaten Probolinggo sebagai narasumber.
Mengusung tema “Membangun Budaya Antikorupsi di Lingkungan Sekolah: Optimalisasi SPIP dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pendidikan”, seminar ini bertujuan menanamkan kesadaran antikorupsi sejak usia muda, khususnya dalam dunia pendidikan.
Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi mengatakan sekolah dan kampus memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. “Sekolah dan perguruan tinggi adalah ruang pembentukan karakter generasi masa depan. Karena itu budaya antikorupsi harus ditanamkan sejak dini agar menjadi prinsip hidup yang melekat,” ungkapnya.
Imron menegaskan pentingnya pemahaman mahasiswa mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan, seperti BOSP/BOS. Pengelolaan keuangan pendidikan harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab agar tidak memberi ruang bagi penyimpangan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan tindak pidana korupsi dan memperkuat sistem pengendalian intern. Ketika integritas dijunjung tinggi, penyimpangan dapat dicegah sejak awal,” jelasnya.
Menurut Imron, seminar ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Nilai integritas dianggap sebagai modal penting yang menentukan keberhasilan profesional di masa depan. “Integritas adalah aset utama. Ketika seseorang menjaga etika dan transparansi, ia akan dipercaya dan dihormati dalam lingkungan kerja maupun organisasi,” paparnya.
Imron mengharapkan mahasiswa mampu mempraktikkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam tugas akademik, organisasi hingga interaksi sosial.
“Kami berharap mahasiswa mampu menerapkan integritas dalam pengambilan keputusan, menjaga etika akademik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Integritas adalah fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik di kampus maupun nanti dalam dunia kerja,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)