Kraksaan, Lensaupdate.com - Menyambut malam pergantian tahun baru 2025 menuju 2026, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk tidak menyalakan kembang api dalam skala besar. Pesta kembang api bisa diganti dengan kegiatan yang lebih bermakna seperti doa bersama, sedekah dan menumbuhkan harapan baik.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang meminta agar perayaan pergantian tahun tidak diwarnai pesta kembang api, melainkan diisi dengan kegiatan positif dan reflektif.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan esensi kebahagiaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kemeriahan kembang api. “Tidak semua kebahagiaan harus dinyalakan dengan kembang api. Ada doa, sedekah dan harapan baik yang jauh lebih bermakna. Kami mendukung imbauan Pemprov Jawa Timur demi perayaan tahun baru yang aman, sederhana dan penuh berkah,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan pergantian tahun sebaiknya menjadi momentum untuk introspeksi diri, memperkuat kepedulian sosial serta memanjatkan doa agar tahun mendatang membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat. “Semoga tahun 2026 menjadi tahun terbaik bagi kita semua, penuh keberkahan, keselamatan dan kemajuan untuk Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)
