Dringu, Lensaupdate.com - UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan kualitas layanan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) melalui evaluasi penyelenggaraan Labkesmas Tier I. Kegiatan yang berlangsung Selasa hingga Kamis (2–4/12/2025) ini menjadi tindak lanjut monitoring di 33 Puskesmas untuk memastikan standar pelayanan kesehatan terpenuhi.
Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala UPT Labkesda Kabupaten Probolinggo Khoirul Roziqin ini diikuti oleh 66 tenaga kesehatan terdiri dari 33 tenaga ATLM (Analis Teknologi Laboratorium Medik) dan 33 tenaga kesehatan sanitasi dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan menghadirkan narasumber dari BBLabkesmas Surabaya dan Aslabkesda (Asosiasi Labkesda).
Kegiatan evaluasi ini merupakan rangkaian lanjutan dari monitoring dan evaluasi (monev) Labkesmas Tier I yang telah dilaksanakan pada September hingga Oktober 2025. Monev dilakukan untuk mengetahui kondisi penyelenggaraan Labkesmas Tier I pada 33 Puskesmas, mencakup ketersediaan SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) seperti ATLM, tenaga sanitasi dan dokter penanggung jawab.
Selanjutnya, kelengkapan alat kesehatan yang wajib tersedia untuk menunjang pelayanan klinik dan lingkungan, jenis pemeriksaan wajib yang harus dapat diakses masyarakat serta kondisi fisik bangunan laboratorium yang harus memenuhi standar BSL (Basic Safety Level) I. “Hasil pemantauan kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi tindak lanjut yang dibahas dalam pertemuan evaluasi ini,” ujar Kepala UPT Labkesda Kabupaten Probolinggo Khoirul Roziqin.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima sejumlah materi teknis penting, antara lain peningkatan akses dan penggunaan aslabkesda oleh dr. Inayatun dan Rudy Her S., S.Tr.Kes.
Kemudian materi pengelolaan dan pengiriman spesimen terkait kasus keracunan pangan, usap alat makan/alat masak dan usap dubur oleh Muhammad Taufiq, SST.
“Penguatan materi tersebut diharapkan dapat membantu tenaga laboratorium dan sanitasi Puskesmas dalam meningkatkan akurasi pemeriksaan, mempercepat respon penanganan kasus KLB serta memastikan keselamatan dan kualitas pengelolaan spesimen sesuai standar laboratorium kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Roziqin menerangkan pertemuan evaluasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan. “Evaluasi ini kami selenggarakan untuk menjembatani permasalahan yang dihadapi Puskesmas dalam memberikan layanan Labkesmas. Sekaligus meningkatkan kapasitas SDM agar penyelenggaraan layanan laboratorium berbasis masyarakat dapat berjalan optimal,” terangnya.
Roziqin menegaskan keberadaan Labkesmas Tier I di Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan laboratorium masyarakat. Oleh karena itu, setiap tenaga harus dibekali kemampuan teknis dan manajerial yang memadai.
“Kami berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar peningkatan layanan laboratorium di tahun berikutnya. Harapan kami, UPT Labkesda bersama seluruh Puskesmas dapat terus menghadirkan layanan kesehatan berkualitas demi mendukung visi besar menuju Indonesia Sehat,” tambahnya.
Pertemuan evaluasi ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo untuk memastikan peningkatan standar pelayanan Labkesmas secara berkelanjutan. (mel/fas)
