Leces, Lensaupdate.com - Setelah bertahun-tahun melintasi jembatan rel kereta api yang rawan kecelakaan, pelajar di Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces kini bisa bernapas lega. Jembatan penghubung baru telah tuntas dibangun dan resmi menjadi akses utama yang lebih aman.
“Anak-anak ini setiap hari harus melewati jalur rel di atas jembatan. Situasinya sangat berbahaya dan itu menjadi perhatian serius kami. Akses seperti itu tidak layak bagi pelajar maupun warga yang harus beraktivitas melintasinya,” ujar salah satu warga setempat.
Pemerintah Desa Tigasan Wetan kemudian menindaklanjuti aduan itu. Setelah koordinasi dan pengkajian, desa membangun jembatan baru yang posisinya berdampingan dengan jembatan rel kereta api, sehingga memberikan jalur aman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan penghubung ini sekarang sudah selesai dan bisa digunakan. Akses bagi siswa-siswi dan masyarakat kini jauh lebih aman dan nyaman,” tambah warga tersebut.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto memberikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah desa dalam menyediakan akses aman bagi masyarakat. Keselamatan pelajar dan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak dapat ditawar.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Tigasan Wetan yang responsif terhadap kondisi di lapangan. Dishub menilai pembangunan jembatan penghubung ini merupakan langkah tepat untuk memastikan keselamatan pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut,” katanya.
Ia menegaskan Dishub akan terus memperkuat koordinasi dengan desa-desa di Kabupaten Probolinggo terkait penyediaan sarana transportasi yang aman. “Akses yang aman dan selamat adalah hak masyarakat. Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi kebutuhan itu, terutama bagi anak-anak sekolah yang rentan terhadap risiko kecelakaan. Kami akan terus memberikan dukungan teknis dan pendampingan pada setiap upaya peningkatan keselamatan transportasi di wilayah desa,” jelasnya.
Dengan berfungsinya jembatan baru tersebut, mobilitas warga Desa Tigasan Wetan kini berlangsung lebih lancar. “Aktivitas pendidikan, ekonomi dan sosial menjadi lebih nyaman tanpa ancaman bahaya dari rel kereta api,” jelasnya.
Edy berharap jembatan itu dapat dirawat bersama oleh pemerintah desa dan warga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Kami menghimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas ini. Infrastruktur yang aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus dirawat bersama oleh warga yang memanfaatkannya,” pungkasnya. (mel/fas)
