Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan evaluasi penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi sebagai langkah memperkuat perencanaan strategis lintas sektor dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan berlangsung pada Kamis (11/12/2025) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan kesehatan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo didampingi para kepala bidang. Peserta terdiri dari kepala puskesmas dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo, direktur rumah sakit, organisasi profesi kesehatan serta perwakilan perguruan tinggi kesehatan.
Pertemuan ini membahas perkembangan jumlah kematian ibu dan bayi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat strategi percepatan penurunan angka kematian. Data dan dinamika di lapangan diolah bersama untuk merumuskan langkah kolaboratif dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP), fasilitas kesehatan tingkat lanjutan rujukan (FKTLR) hingga dunia pendidikan.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami mengatakan pertemuan evaluasi ini merupakan upaya memperkuat koordinasi demi memastikan setiap intervensi berjalan optimal.
“Pertemuan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi aktual di lapangan dan tindakan apa saja yang harus diprioritaskan. Evaluasi yang komprehensif akan membantu kami menekan angka kematian ibu dan bayi secara lebih terarah,” ujarnya.
Ia menambahkan sinergi lintas sektor adalah kunci keberhasilan percepatan penurunan angka kematian. “Kolaborasi antara FKTP, FKTLR, organisasi profesi dan institusi pendidikan kesehatan harus berjalan semakin kuat. Tanpa kerja bersama, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi tidak akan mencapai hasil maksimal,” jelasnya.
Sri Wahyu menekankan pentingnya konsistensi dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). “Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan menjadikan pelayanan ibu dan bayi sebagai layanan prioritas yang dilaksanakan secara optimal, berkesinambungan dan berbasis data. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (nab/zid)
