Kotaanyar, Lensaupdate.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan rutin di SMPN 1 Kotaanyar, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 74 kepala sekolah dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Sekretaris Disdikdaya Yunita Nur Laili serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati.
Pertemuan diawali dengan perkenalan Kepala Disdikdaya Hary Tjahjono beserta jajaran kepada seluruh satuan pendidikan SMP. Selain itu, Sekretaris Disdikdaya turut menyampaikan sejumlah arahan terkait pembinaan, kehadiran BPK serta berbagai informasi kedinasan yang perlu menjadi perhatian sekolah.
Kabid Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati berharap MKKS dapat rutin digelar setiap bulan secara bergiliran sebagai ruang diskusi bagi kepala sekolah untuk membahas persoalan pendidikan, program satuan pendidikan dan penyelarasan kebijakan dinas.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan pentingnya disiplin kerja, kenyamanan lingkungan sekolah serta sinergi yang kuat antara sekolah dan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. “Kami meminta penyelesaian laporan-laporan kedinasan dan kejelasan pembagian tugas bagi siswa untuk menguatkan pendidikan karakter,” katanya.
Hary secara khusus memberi perhatian terhadap maraknya kasus perundungan (bullying). Ia meminta seluruh kepala sekolah lebih waspada dan aktif mengawasi aktivitas siswa baik di dalam maupun di luar sekolah.
“Kami tidak ingin ada lagi kasus bullying yang membuat siswa takut berinteraksi atau kehilangan rasa aman. Kepala sekolah harus mengontrol dan memastikan lingkungan belajar benar-benar nyaman,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili mengapresiasi penyelenggaraan MKKS yang dinilai tertib dan produktif. “Sinergi seperti ini penting untuk memperkuat pembinaan satuan pendidikan, termasuk peran pengawas sekolah dalam pendampingan administrasi, manajemen dan pengembangan karakter siswa di 24 kecamatan,” ungkapnya.
Pertemuan berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari kepala sekolah terkait program dan dinamika yang terjadi di masing-masing satuan pendidikan. Kegiatan ditutup dengan harapan MKKS akan terus menjadi forum strategis untuk memperbaiki mutu pendidikan SMP di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)
