Festival Kopi Hyang Argopuro 2025 Angkat Citra Kopi Kabupaten Probolinggo ke Panggung Nasional


Krucil, Lensaupdate.com - Aroma kopi khas pegunungan Argopuro menyeruak di kawasan Bermi Eco Park Desa Bermi Kecamatan Krucil, Sabtu dan Minggu (8–9/11/2025). Ratusan penikmat kopi, petani hingga barista dari berbagai daerah memadati lokasi dalam gelaran Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian The Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo bersama Yayasan Masyarakat Pecinta Kopi Kabupaten Probolinggo ini mengusung tema “Rasa, Cerita dan Identitas Kopi Probolinggo.” Festival berlangsung meriah dengan dua agenda utama, yaitu Manual Brew Competition dan Ngopi Bareng Bupati yang dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris (Gus Haris).

Sebanyak 51 peserta dari berbagai kota besar, termasuk Lombok, Temanggung, Malang, Surabaya, Jember dan Sidoarjo mengikuti kompetisi manual brew. Dari hasil penjurian, Iwan dari Pamekasan berhasil meraih juara pertama, disusul Rifki dari Temanggung di posisi kedua, Rafi dari Surabaya di posisi ketiga dan Bimantara dari Kabupaten Probolinggo di posisi keempat.

Selain itu, Lomba Stand Favorit juga menjadi magnet tersendiri, menampilkan kreativitas delapan kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil penilaian, Kecamatan Tiris keluar sebagai juara pertama, disusul Krucil dan Sumber di posisi juara dua dan tiga. Sementara Peti Koin Bermantra mendapat juara harapan.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris menilai kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha untuk memajukan potensi lokal.

“Hari ini kita bukan hanya menikmati kopi, tetapi juga merayakan alam dan keindahan Kabupaten Probolinggo. Dua kecamatan di kawasan Argopuro memiliki tujuh danau, tujuh air terjun, kebun teh dan bukit yang luar biasa indah. Semua ini adalah kekayaan alam yang harus kita jaga dan syukuri,” katanya.

Lebih lanjut Gus Haris menegaskan Hyang Argopuro Coffee Festival merupakan bagian dari strategi pengembangan wisata dan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Kabupaten Probolinggo.

“Konsepnya adalah kembali ke alam, kembali ke nature. Kita ingin masyarakat dan pengunjung menikmati keindahan ini secara alami tanpa merusak lingkungan. Yang terpenting, kegiatan seperti ini bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Tiris dan Krucil,” terangnya.

Menurut Gus Haris, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi UMKM kopi lokal agar dapat naik kelas dan dikenal secara nasional. “Kita punya kopi khas dengan kualitas yang tidak kalah dari daerah lain. Harapan saya, event ini bisa menjadi semangat bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk terus mengembangkan kualitas dan kreativitasnya. Dari petani hingga pemilik kafe, semuanya harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Selain menyinggung ekonomi, Gus Haris juga menyampaikan filosofi kehidupan dari secangkir kopi. “Kopi itu kalau tidak dinikmati rasanya tidak enak. Begitu juga hidup. Selama kita bisa menikmati hidup dengan syukur dan kerja keras, Insyaallah semuanya akan terasa indah,” tambahnya.

Sementara Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyampaikan penyelenggaraan Hyang Argopuro Coffee Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kopi khas Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat luas.

“Kami berharap produk kopi spesial dari Kabupaten Probolinggo bisa lebih dikenal oleh masyarakat penikmat kopi di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa kopi Kabupaten Probolinggo memiliki kualitas yang tidak kalah bagus dibandingkan daerah lain,” ujarnya.

Arif juga menekankan festival ini berperan sebagai jembatan antara petani dan pelaku industri kopi. “Setelah kegiatan kemarin, sudah ada beberapa coffee shop yang berminat membeli kopi dari Kabupaten Probolinggo. Ini langkah konkret memperluas pasar bagi produk lokal,” tegasnya.

Selain memperkuat sektor pertanian dan pemasaran, penyelenggaraan Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 juga menjadi daya tarik tambahan bagi pariwisata Kabupaten Probolinggo yang tengah menggelar The Seven Lakes Festival 2025. “Kegiatan ini terintegrasi dengan The Seven Lakes Festival 2025, sehingga kopi, alam dan wisata kita bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.(ren/fas)