Disporapar Kabupaten Probolinggo Gelar Youth Boot Camp SAE 2025, Bangun Jiwa Kepemimpinan dan Cinta Alam Pemuda


Tiris, Lensaupdate.com - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo kembali berinovasi dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter dan peduli terhadap lingkungan. Melalui kegiatan Youth Boot Camp SAE Jambore Pemuda Kabupaten Probolinggo Tahun 2025, puluhan pemuda mengikuti pelatihan kepemimpinan dan pembinaan karakter di Ranu Segaran Desa Segaran Kecamatan Tiris, Selasa hingga Rabu (11–12/11/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Kabupaten Probolinggo.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapat berbagai materi strategis seperti wawasan kebangsaan dari Kodim 0820 Probolinggo, pencegahan HIV/AIDS dan narkoba dari KPAI Kabupaten Probolinggo serta pembentukan karakter dan motivasi diri yang disampaikan oleh motivator profesional Lestiyo Gunawan.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret Disporapar dalam membangun kapasitas dan semangat nasionalisme pemuda Kabupaten Probolinggo. 

“Youth Boot Camp SAE 2025 ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya kita dalam membangun karakter, kepemimpinan dan semangat kebangsaan bagi para pemuda di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Heri menegaskan pemilihan lokasi kegiatan di Ranu Segaran Kecamatan Tiris bukan tanpa alasan. Selain memiliki keindahan alam yang menawan, kawasan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian promosi The Seven Lakes Festival 2025 yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. 

“Ranu Segaran bukan hanya indah secara alam, tetapi juga sarat potensi wisata dan kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut Heri menekankan pentingnya sinergi lintas komunitas dalam pembangunan daerah. Kehadiran para pemuda dari berbagai universitas dan organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas komunitas sangat diperlukan dalam membangun daerah. 

“Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan akan melahirkan gagasan-gagasan baru, ide-ide kreatif dan aksi nyata dalam mewujudkan pemuda yang mandiri, inovatif dan berdaya saing,” terangnya.

Heri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan solidaritas sosial. “Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengasah kepemimpinan, memperkuat solidaritas serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan. Di tengah keindahan Ranu Segaran ini, mari belajar dari alam dan masyarakat sekitar tentang kerja sama, ketahanan dan tanggung jawab,” pungkasnya. (ren/zid)