Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus menumbuhkan semangat kreatif generasi muda lewat Festival Lomba Film Pendek 2025. Kegiatan ini menjadi ajang inspiratif bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk mengekspresikan ide serta mengasah kemampuan di bidang perfilman.
Puncak kegiatan berlangsung meriah di Sams Studio Probolinggo, Rabu (5/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Disporapar mengumumkan para pemenang sekaligus menyerahkan penghargaan kepada sineas muda berbakat yang berhasil menampilkan karya terbaik mereka.
Acara dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Probolinggo Agus Mukson, Sekretaris Disporapar Dian Cahyo Prabowo, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Diyah Setyo Rini serta para dewan juri yang menilai sepuluh karya film finalis.
Hasilnya, Gita Video Production meraih Juara 1 dengan film berjudul “Tanah Ini Butuh Kita”, yang menonjolkan pesan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Akar Langit Production menempati posisi Juara 2 lewat film “Dari Lereng Menuju Dunia”, sementara Nakasa dengan film “Menyusuri Biru yang Pudar” berhasil menyabet Juara 3. Kategori Juara Favorit diraih oleh Kreatif Multimedia.
Untuk kategori Pemain Terbaik, penghargaan diberikan kepada Rangga Erizandi Putra Farizi (juara 1), Sirajul Ikhwan Dandarus Salam (juara 2) dan Aurel (Juara 3). Para pemenang menerima sertifikat dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas karya kreatif mereka.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini menyampaikan festival ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan subsektor film, animasi dan videografi.
“Festival ini menjadi wadah bagi sineas lokal untuk berkarya dan menyalurkan ide kreatifnya. Kami ingin kegiatan ini mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap dunia perfilman sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.
Menurut Rini, kegiatan ini juga berperan penting dalam menumbuhkan literasi dan apresiasi film di kalangan masyarakat. “Kami berharap festival ini menjadi forum refleksi dan inspirasi bagi pelaku kreatif, sehingga karya film dari Probolinggo dapat dikenal lebih luas,” tambahnya.
Sementara Sekretaris Disporapar Kabupaten Probolinggo Dian Cahyo Prabowo mengatakan Lomba Film Pendek 2025 merupakan bagian dari program unggulan SAE Milenial. Yakni gerakan untuk mencetak 1.000 kreator lokal.
“Lomba ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di Kabupaten Probolinggo. Melalui ajang ini, kami ingin mendorong generasi muda agar memiliki keterampilan dan karya nyata di bidang perfilman,” katanya.
Dian menilai, film pendek memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan dan nilai kehidupan dengan cara yang kreatif. Karena itu, tema yang diangkat adalah Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo yang menjadi wadah bagi para peserta untuk menelusuri budaya, tradisi, seni serta keindahan alam daerahnya sendiri.
“Film adalah sarana edukatif yang mampu memperkenalkan keunikan lokal kepada masyarakat luas. Peserta harus memahami karakter, potensi wisata, serta kearifan lokal yang mereka tampilkan dalam film,” jelasnya.
Lebih lanjut Dian menambahkan momen ini menjadi langkah awal penting bagi sineas pemula. Ia mendorong para peserta untuk terus belajar, berdiskusi dan menggali ide-ide kreatif baru agar karya mereka semakin berkualitas.
“Film memiliki kekuatan luar biasa dalam menginspirasi, menyentuh hati dan menyebarkan pesan positif. Saya berharap peserta terus meningkatkan kemampuan mereka agar karya-karya dari Kabupaten Probolinggo bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Dian juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, juri dan pihak pendukung yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut. Setiap film memiliki cerita dan pesan tersendiri. Semua layak diapresiasi karena telah mencerminkan semangat dan kerja keras luar biasa,” tambahnya.
“Program SAE Milenial ini menjadi tonggak penting dalam mencetak kreator muda yang mandiri, inovatif dan berdaya saing. Kami ingin para sineas muda terus mengasah potensi dan memperbanyak literasi perfilman agar karya mereka mampu bersaing di level nasional dan internasional,” pungkasnya. (mel/fas)
