Gending, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (CDKP) Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Desa Gending Kecamatan Gending, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas nelayan dan perangkat Desa Gending. Proses pendampingan dan penyampaian materi dilakukan oleh narasumber dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, CDKP Situbondo serta Diskan Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan kegiatan mitigasi bencana pesisir diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang tindakan yang harus dilakukan guna meminimalkan kerugian akibat bencana alam di kawasan pesisir. Ia menyampaikan berbagai jenis bencana pesisir yang berpotensi terjadi di Kabupaten Probolinggo serta langkah-langkah mitigasi dan adaptasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
“Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi situasi bencana secara tepat serta membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir,” katanya.
Menurut Ipung, kesadaran masyarakat merupakan elemen penting dalam membangun ketangguhan wilayah pesisir. “Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana. Yang tidak kalah penting ialah meningkatnya kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir,” tambahnya.
Ipung menambahkan pentingnya dukungan dan peran aktif perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dari perusahaan yang berada di kawasan rawan bencana. “Kolaborasi multi pihak mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan risiko bencana,” terangnya.
Sementara Kepala CDKP Kabupaten Situbondo Dewi Nur Setyorini dalam kesempatan tersebut memaparkan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai mitigasi bencana kelautan dan perikanan, termasuk program-program yang telah dilaksanakan di wilayah pesisir. “Hal ini menjadi rujukan dalam menyelaraskan kebijakan daerah dan desa agar kegiatan mitigasi berjalan efektif dan terarah,” ujarnya.
Sedangkan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya Citra Satrya Utama Dewi menekankan pentingnya membangun kelembagaan masyarakat yang kuat dan kolaboratif. “Sinergi antara kelompok masyarakat, pemerintah desa dan instansi teknis merupakan faktor utama dalam keberhasilan mitigasi bencana di kawasan pesisir,” ungkapnya.
Menurut Citra, kelembagaan masyarakat perlu difungsikan sebagai motor penggerak yang mampu mengoordinasikan langkah mitigasi berbasis kearifan lokal, edukasi berkelanjutan serta penyusunan rencana aksi penanggulangan bencana.
“Desa Gending memiliki potensi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan tersebut apabila didukung dengan komunikasi yang intens dan program pemberdayaan yang terstruktur,” terangnya.
Kegiatan mitigasi bencana pesisir ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Gending, tetapi juga menjadi dasar penyusunan langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan ketahanan wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo. (mel/zid)
