Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui Pelatihan 7 Jurus BK Hebat yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Senin–Selasa (10–11/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 74 guru mata pelajaran non-BK dari seluruh SMP negeri se-Kabupaten Probolinggo. Para guru mendapat pendampingan langsung dari Fasilitator Daerah BK Hebat serta narasumber internal Disdikdaya. Fokus pelatihan diarahkan pada peningkatan kemampuan guru dalam pendampingan pribadi, sosial, belajar dan karier siswa.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Eksi Wulandari menyampaikan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat kapasitas guru dalam membangun karakter positif peserta didik.
“Tujuan utamanya ialah menghadirkan pembelajaran bernuansa BK yang menyeluruh dan berkelanjutan di lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menggembirakan,” ujarnya.
Menurut Eksi, guru wali dan guru kelas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari. “Peningkatan kompetensi mereka dalam bidang bimbingan konseling menjadi kebutuhan penting untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan pendampingan yang tepat,” terangnya.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan peran guru di era pendidikan modern tidak lagi terbatas pada penyampaian materi akademik semata. “Guru kini dituntut menjadi pendamping, motivator dan fasilitator dalam proses tumbuh kembang siswa, baik dari sisi akademik maupun sosial-emosional,” katanya.
Hary menegaskan BK bukan hanya tanggung jawab guru BK, tetapi merupakan bagian integral dari seluruh proses pendidikan di sekolah. “Program 7 Jurus BK Hebat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan guru wali serta guru kelas dalam membimbing peserta didik secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia menekankan pelatihan ini selaras dengan semangat Merdeka Belajar yang menitikberatkan pada empati, komunikasi efektif dan pendampingan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, para guru diharapkan mampu mengenali potensi serta minat siswa, membantu mereka mengatasi permasalahan belajar dan menumbuhkan karakter serta kemandirian di lingkungan sekolah.
“Program 7 Jurus BK Hebat tidak boleh berhenti pada tataran teori. Kami ingin para guru benar-benar mengimplementasikannya di ruang kelas untuk menciptakan iklim belajar yang positif, inklusif, dan berkarakter,” tegasnya.
Hary mengajak seluruh guru menjadikan program ini sebagai gerakan bersama untuk memperkuat budaya sekolah yang sehat. “Mari kita jadikan 7 Jurus BK Hebat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan visi Guru Hebat, Siswa Bermartabat, Sekolah Bersahabat,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)