Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Nyantai Rembuk Mencari Solusi Tentang Pendidikan (Nyare Odik)” di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/11/2025). Forum ini dirancang sebagai ruang refleksi bersama bagi tenaga pendidik untuk memperkuat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Disiplin ASN untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan di Satuan Pendidikan dan Layanan Publik.” Sebanyak 500 peserta mengikuti forum ini. Mereka terdiri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan serta guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jenjang SD hingga SMP di Kecamatan Besuk, Kraksaan dan Pajarakan.
Para peserta memperoleh pembekalan dari tiga institusi strategis diantaranya Inspektorat Kabupaten Probolinggo, BKPSDM Kabupaten Probolinggo serta Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Materi difokuskan pada aspek kedisiplinan, komitmen pelayanan publik serta tata kelola administrasi kepegawaian.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan Nyare Odik merupakan bagian penting dari pembinaan ASN, khususnya guru PPPK. Forum ini menjadi medium untuk menemukan solusi kolektif atas berbagai kendala dalam peningkatan mutu layanan pendidikan. “Nyare Odik merupakan ruang refleksi bersama untuk mencari solusi dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui disiplin ASN,” katanya.
Menurut Hary, disiplin ASN merupakan fondasi tata kelola pemerintahan yang baik. Fakta di lapangan memperlihatkan masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterlambatan bekerja, ketidakpatuhan terhadap jam kerja, lemahnya pelaporan dan kurang optimalnya komunikasi antara guru dan kepala sekolah. “Hal-hal yang dianggap sederhana tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan pendidikan,” jelasnya.
Hary menambahkan ASN, termasuk guru PPPK memiliki peluang karier yang sama dengan ASN lainnya. Selama memenuhi persyaratan kompetensi, kinerja serta patuh pada regulasi Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), guru PPPK berpeluang menempati posisi strategis, termasuk menjadi kepala sekolah.
“ASN termasuk Guru PPPK adalah guru profesional. Karena itu, patuhi hak dan kewajiban, jaga etika, tingkatkan kualitas diri dan lakukan pemutakhiran kompetensi secara berkelanjutan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hary menegaskan penerapan prinsip reward dan punishment sebagai instrumen pembinaan. “Guru ASN berkinerja baik, disiplin dan berintegritas akan mendapatkan apresiasi melalui program ASN SAE. Sementara pelanggaran disiplin akan ditangani sesuai ketentuan perundang-undangan,” lanjutnya.
Hary menyebutkan penegakan disiplin ASN berpegang pada UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin ASN, Peraturan BKN Nomor 6 tahun 2022 serta regulasi pendukung lainnya.
“Pelanggaran disiplin memperoleh konsekuensi yang jelas, mulai dari hukuman ringan sampai berat. Hal ini bertujuan untuk menjaga profesionalisme perangkat pendidikan,” tambahnya.
Melalui Nyare Odik, Hary berharap tercipta peningkatan kesadaran disiplin, penguatan profesionalisme serta tersusunnya tindak lanjut pembinaan ASN pada satuan pendidikan. “Kegiatan ini diharapkan memperbaiki komunikasi lintas unit agar layanan pendidikan semakin efisien dan responsif,” tegasnya.
Hary mengajak seluruh peserta menjadikan disiplin sebagai karakter dan budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Masyarakat membutuhkan layanan pendidikan yang cepat, tepat dan bermutu, sehingga ASN wajib menjadi teladan dalam menjaga kualitas pelayanan publik.
“Mari kita buktikan bahwa ASN guru PPPK mampu menjadi teladan dalam mendidik para siswanya guna mewujudkan Probolinggo SAE dan Indonesia Emas,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)