BPBD Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kapasitas TRC PB, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Basah


Paiton, Lensaupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah melalui kegiatan peningkatan kapasitas Team Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Satpol Airud dan PT POMI Paiton, Kamis (27/11/2025).

Pelatihan diikuti sebanyak 40 personel TRC PB BPBD, 10 personel dari Satpol Airud serta 6 orang dari PT POMI Paiton. Melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan kemampuan dan profesionalisme tim dalam penanganan bencana semakin optimal, terutama pada kejadian yang berkaitan dengan air seperti banjir, arus deras hingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR laut).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan peningkatan kapasitas ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam memastikan kesiapsiagaan personel penanggulangan bencana.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Probolinggo dapat lebih profesional dan efektif dalam menghadapi bencana, khususnya yang berhubungan dengan air seperti banjir dan SAR laut,” ujarnya.

Lebih lanjut Oemar Sjarief menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem. “Kesiapan sumber daya manusia maupun peralatan menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi,” jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas TRC PB, BPBD juga memastikan kesiapan peralatan penanggulangan bencana yang menjadi faktor kunci dalam mempercepat penanganan di lapangan. 

“Pengecekan perahu karet, pelampung, alat komunikasi hingga perlengkapan SAR rutin dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun,” terangnya.

Menurut Oemar, BPBD juga terus meningkatkan koordinasi dengan unsur pemerintah maupun non-pemerintah seperti relawan kebencanaan. “Kegiatan apel kesiapsiagaan, simulasi pertolongan bencana serta program Sapa Relawan menjadi sarana memperkuat jejaring informasi dan respons darurat berbasis partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas TRC PB ini sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Probolinggo Nomor : 300.2/127/426.205/2025 tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi basah yang dikeluarkan pada 14 November 2025. Surat edaran tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan ditujukan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Probolinggo.

“Melalui SE tersebut, pemerintah daerah mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengidentifikasi wilayah rawan banjir, menyiapkan mitigasi berbasis desa serta memperkuat sistem peringatan dini guna menekan risiko bencana dan kerugian di masyarakat,” ujarnya.

Oemar menegaskan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, terlebih menjelang musim penghujan. Tujuannya untuk memastikan setiap personel TRC PB serta unsur pendukung selalu siap siaga dalam kondisi apa pun.

“Kita tidak hanya fokus pada respons bencana, tetapi juga memperkuat budaya kesiapsiagaan. Harapannya masyarakat merasa terlindungi dengan adanya tim yang siap dan terlatih,” pungkasnya. (ren/zid)