Leces, Lensaupdate.com - Kelor, tanaman sederhana yang identik dengan manfaat kesehatan, kini disulap menjadi sumber ekonomi baru di Kabupaten Probolinggo. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), kelor dijadikan bahan utama dalam pelatihan industri kecil bagi perempuan pelaku usaha di Kecamatan Leces, Kamis (2/10/2025).
Pelatihan yang diikuti 50 peserta ini berlangsung di ruang pertemuan Warung DKI Leces. Kegiatan difokuskan pada penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) untuk memastikan mutu dan higienitas produk olahan berbasis kelor.
Dalam praktiknya, peserta dilatih membuat dua produk inovatif berupa kerupuk kelor campur rebon (ebi) dan stik kelor. Pelatihan dipandu oleh Ina Ratnawati, pelaku UMKM Ngokos asal Desa Pendil Kecamatan Banyuanyar serta Endang dari Strive Indonesia.
Mereka memberikan arahan mulai dari proses produksi higienis, teknik pengemasan hingga strategi pemasaran digital. Tidak hanya itu, peserta juga difasilitasi pembuatan legalitas usaha, sertifikasi produk serta akses QRIS untuk mendukung transaksi non-tunai.
“Pelatihan ini bukan sekadar memberi keterampilan, tetapi juga menyiapkan pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar modern,” terang salah satu instruktur.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menegaskan kelor dipilih karena potensinya melimpah di wilayah Kecamatan Leces. Ia ingin masyarakat melihat kelor bukan hanya sebagai tanaman konsumsi, tetapi juga sebagai peluang bisnis berdaya jual tinggi.
“Hari ini kami melaksanakan pelatihan olahan kelor untuk masyarakat Kecamatan Leces. Tujuannya adalah meningkatkan perekonomian rakyat melalui wirausaha baru berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Menurut Taufik, strategi ini juga menjadi jalan untuk melahirkan entrepreneur muda inovatif, khususnya di sektor pangan sehat.
“Kalau kualitas produk meningkat, UMKM kita bisa bersaing bukan hanya di Probolinggo atau Jawa Timur, tapi juga di pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Kelor sudah lama dikenal sebagai tanaman kaya gizi, dengan manfaat mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol hingga sebagai sumber antioksidan alami. Potensi ini diyakini dapat mendukung penciptaan brand produk lokal yang kuat dan bernilai jual tinggi.
“Kelor ini emas hijau. Kalau dimanfaatkan dengan tepat, bisa jadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (put/zid)
