Sumberasih, Lensaupdate.com - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan kembali mencatatkan langkah positif dalam peningkatan kualitas pendidikan non formal di Kabupaten Probolinggo. Pada Senin (8/9/2025) siang, SKB Kraksaan menggelar wisuda pertama serta penyerahan ijazah bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C tahun ajaran 2024–2025.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih ini merupakan hasil kerja sama antara SKB Kraksaan dan Kampung KB Sinar Banjarsari. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C dari rombongan belajar (rombel) Banjarsari-Sumberasih binaan SKB Kraksaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Rendra Hadi Kusuma, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho Widiananta Danupaya, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo A. Budi Hermanto, Camat Sumberasih Agus Setijono, Sekretaris Desa Banjarsari Asyari, Babinsa dan Babinkamtibmas, Plt Kepala SKB Kraksaan Djoko Sukamto serta Pamong Belajar dan Tutor.
Plt Kepala SKB Kraksaan Djoko Sukamto menyampaikan kegiatan wisuda dan penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan ini merupakan bentuk penghargaan atas capaian belajar para peserta didik yang telah menyelesaikan jenjang Paket A, B dan C. Wisuda ini bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi simbol pengakuan atas kesetaraan pendidikan nonformal dengan pendidikan formal.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kerja keras peserta didik pendidikan kesetaraan. Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi dan kebanggaan bagi para lulusan, karena pendidikan kesetaraan ini memiliki legalitas dan nilai yang sama dengan pendidikan formal,” ujarnya.
Djoko menambahkan, lulusan pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau masuk ke dunia kerja dengan percaya diri.
“Harapan kami, para lulusan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya atau siap masuk ke dunia kerja dengan bekal yang mereka miliki. Selain itu, ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Menurut Djoko, peserta didik dari Kecamatan Sumberasih merupakan yang terbanyak dari total delapan kecamatan binaan SKB Kraksaan. Kelompok belajar pendidikan kesetaraan di wilayah ini tersebar di sembilan desa dengan jumlah lulusan dari rombongan belajar (rombel) Desa Banjarsari sebanyak 42 orang.
“Dari rombel Banjarsari saja, ada 42 orang yang diwisuda, terdiri dari 7 orang Paket A, 16 orang Paket B dan 19 orang Paket C. Total keseluruhan lulusan tahun pelajaran 2024/2025 dari seluruh jenjang di bawah binaan SKB Kraksaan mencapai 133 orang,” jelasnya.
Secara keseluruhan, SKB Kraksaan membina 39 rombel yang tersebar di delapan kecamatan dan 14 desa di Kabupaten Probolinggo. Advokasi melalui media untuk menyebarluaskan pemahaman bahwa pendidikan kesetaraan memiliki posisi yang sama dengan jalur formal.
“Kami juga mendorong para lulusan untuk segera memperbarui data pendidikan di Kartu Keluarga (KK) agar data kependudukan lebih akurat dan dapat mendukung pemutakhiran data pendidikan di tingkat daerah,” tambahnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Rendra Hadi Kusuma memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi pendidikan kesetaraan di Kabupaten Probolinggo. Ijazah yang diperoleh melalui SKB Kraksaan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan ijazah dari sekolah formal.
“Ijazah pendidikan kesetaraan ini tidak perlu diragukan legalitasnya. Saya harap para lulusan bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya atau meningkatkan taraf hidup,” katanya.
Rendra juga mengapresiasi para tutor dan pamong belajar yang telah mendedikasikan waktunya untuk membantu warga, khususnya di Desa Banjarsari untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Terima kasih kepada para tutor dan SKB Kraksaan atas dedikasi dan pelayanannya. Semoga terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)
