Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Kraksaan Resmi Dikukuhkan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Kecamatan Kraksaan masa bakti 2025-2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Sabtu (20/9/2025).

Pengukuhan pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Kraksaan ini dipimpin oleh Camat Kraksaan Puja Kurniawan selaku Pembina PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PWRI Kabupaten Probolinggo Ibrahim Muhammad beserta jajaran pengurus PWRI Kabupaten Probolinggo. Pengukuhan ini menandai dimulainya kepengurusan baru dengan semangat mempererat silaturahmi antar pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta membangun wadah kebersamaan.

Dalam struktur kepengurusan PWRI Kecamatan Kraksaan, Muhammad Husni Nuruddin dipercaya menjadi Ketua didampingi Ahmad Taufik sebagai Wakil Ketua 1 dan Hj. Suryati sebagai Wakil Ketua 2. Selain itu, Hj. Suryati juga dipercaya memimpin Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Kecamatan Kraksaan dengan Hj. Khusnul Khotimah sebagai sekretaris.

Sementara untuk jajaran Penasehat terdiri dari tokoh senior seperti H. Sunarto, H. Ahmad Zayadi Arini, H. Imam Muljoto, H. Abdul Halim dan H. Ahmad Hasyim Ashari. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan arahan serta pengalaman berharga dalam menjalankan program PWRI di Kecamatan Kraksaan.

Camat Kraksaan Puja Kurniawan menyampaikan dukungannya atas pengukuhan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Kraksaan. PWRI bukan hanya sekadar organisasi pensiunan, tetapi juga wadah silaturahmi dan berbagi pengalaman antarpurnabakti pegawai negeri.
“PWRI ini bukan hanya sekadar perhimpunan pensiunan PNS, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi. Di dalamnya banyak cerita nostalgia, pengalaman saat masih aktif bekerja hingga kisah kebersamaan yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ungkapnya.

Menurut Puja, Kecamatan Kraksaan memiliki keberuntungan karena memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pensiunan. “Kami mengajak agar pengurus PWRI bisa menyusun program nyata, salah satunya dengan kegiatan olahraga rutin,” ajaknya.

Lebih jauh Puja menilai keberadaan PWRI juga bisa menjadi motivasi bagi ASN yang masih aktif bekerja. Pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan prinsip syukur dan sabar.

“PWRI ini Insya Allah bisa memberi semangat dan motivasi, khususnya bagi ASN yang masih aktif. Kuncinya ada dua, yaitu syukur dan sabar. Syukur artinya kita menerima segala kondisi dengan lapang dada, sementara sabar lebih ke cara kita ngemong atau mendampingi agar tetap harmonis,” lanjutnya.

Puja menambahkan, Pemerintah Kecamatan Kraksaan siap berkolaborasi dengan PWRI untuk mendukung program yang sejalan dengan pembangunan daerah. “Kami siap bekerja sama dengan PWRI, baik dalam bentuk kegiatan sosial, olahraga maupun program lain yang memberi manfaat bagi masyarakat. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada pengurus PWRI Kecamatan Kraksaan. Semoga ke depan bisa semakin mewarnai dan memberi kontribusi positif,” tambahnya.

Sementara Ketua PWRI Kabupaten Probolinggo Ibrahim Muhammad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus PWRI Kecamatan Kraksaan. Momentum ini menjadi langkah penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kiprah pensiunan agar tetap aktif berkontribusi di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kali ini saya merasa bersyukur karena pengukuhan pengurus PWRI Kecamatan Kraksaan bisa dihadiri lengkap oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Biasanya tidak selalu lengkap, namun kali ini berbeda karena memang Kraksaan adalah pusat pemerintahan Kabupaten Probolinggo," katanya.

Lebih jauh Ibrahim berharap pengurus PWRI Kecamatan Kraksaan bisa mengembangkan organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Ia mencontohkan keberadaan PWRI Desa Jabung Sisir di Kecamatan Paiton yang berhasil terbentuk berkat dukungan pemerintah desa dan inisiatif pensiunan setempat.

“Harapan saya, para camat bisa menginstruksikan lurah maupun kepala desa untuk mendata para pensiunan di wilayahnya. Dari pendataan itu nantinya bisa menjadi embrio berdirinya PWRI di desa maupun kelurahan. Jabung Sisir adalah contoh nyata, di mana para pensiunan bisa terhimpun dan beraktivitas dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Ibrahim menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para anggota PWRI. Ia mendorong agar kegiatan olahraga bersama, seperti senam rutin, bisa digalakkan di berbagai kecamatan. “Seperti di Kota Probolinggo ada senam Jumat pagi di alun-alun, kita juga bisa mencontoh hal serupa. Dengan senam bersama, bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mempererat silaturahmi sesama anggota,” terangnya.

Ibrahim juga menyinggung adanya program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi anggota PWRI. Program ini bisa bekerja sama dengan puskesmas setempat sehingga pensiunan tetap mendapatkan perhatian dan layanan kesehatan yang memadai.

“PWRI bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga bisa memberi manfaat nyata. Melalui ILP, anggota bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek gula darah, tekanan darah hingga kolesterol. Kami berharap ke depan layanan ini bisa diakses lebih mudah oleh para anggota di seluruh kecamatan,” pungkasnya. (nab/zid)