Dringu, Lensaupdate.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), Pemprov Jatim menggelar program Jatim Terbaik’s atau Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting di Kabupaten Probolinggo pada Kamis (25/9/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Probolinggo Region Investment Center (PRIC) Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo ini menyasar ibu hamil dengan risiko stunting tinggi. Sebanyak 100 paket bantuan gizi spesifik diserahkan kepada ibu hamil yang mengalami anemia, kekurangan energi kronis (KEK) serta mereka yang menikah di usia anak.
Kepala DP3AK Jawa Timur Tri Wahyu Liswati mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
"Kami memperkuat intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ibu hamil harus mendapat edukasi, keterampilan dan akses layanan kesehatan komprehensif. Ini krusial untuk mencegah stunting sejak dini,” ujar Tri Wahyu.
Paket bantuan yang diberikan berisi suplemen penting seperti zat besi, asam folat dan kalsium yang semuanya diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin sehat dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan.
Meski angka stunting di Jawa Timur menurun dari 17,70% pada 2023 menjadi 14,70% pada 2024, Kabupaten Probolinggo masih mencatat angka yang mengkhawatirkan, yakni 26,3%. Angka ini jauh di atas rata-rata provinsi dan menjadi salah satu alasan utama pemilihan lokasi kegiatan.
Selain prevalensi stunting tinggi, Kabupaten Probolinggo juga mencatat angka kematian ibu dan bayi yang tergolong 10 besar tertinggi di Jatim, sehingga perlu penanganan lintas sektor.
Kegiatan ini turut melibatkan Duta Genre Kabupaten Probolinggo di bawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Mereka berperan dalam edukasi remaja mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan, gaya hidup sehat dan pencegahan stunting sejak remaja.
Kehadiran dua dokter spesialis, yaitu dr. Alam Syukur Hidayat, Sp.OG dari RS Waluyo Jati dan dr. Vonny Mariany Deckert, SpA dari RSUD Tongas, juga menambah kekuatan edukasi berbasis medis dalam kegiatan ini.
Pemprov Jatim berharap melalui sinergi pemerintah, tenaga medis, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan duta remaja, angka stunting di wilayah-wilayah rawan dapat ditekan lebih cepat. Edukasi tentang pola asuh yang benar, pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan bergizi seimbang menjadi pilar utama dalam intervensi ini.
"Kami ingin generasi mendatang lahir dalam kondisi sehat, cerdas, dan berkualitas. Program ini adalah bukti nyata komitmen Jawa Timur untuk memutus rantai stunting,” tutup Tri Wahyu. (mel/fas)
