Sumberasih, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang menjadi korban bencana banjir di Denpasar, Bali. Melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Warga yang menjadi korban diketahui berasal dari Dusun Dam RT 08 RW 02 Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penyerahan santunan dilakukan langsung pada Senin (15/9/2025) di rumah keluarga korban banjir Bali sebagai bentuk dukungan moral dan sosial kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan logistik berupa sembako dan air kemasan turut diserahkan kepada keluarga korban. Total bantuan terdiri dari lima dus air kemasan serta paket sembako.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta aparat dari Koramil Sumberasih dan Kecamatan Sumberasih.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Kabupaten Probolinggo. Harapannya agar keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
“Santunan dan bantuan logistik yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban keluarga dan memberikan semangat untuk melanjutkan aktifitas pasca musibah,” ujarnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan dukungan dan kehadiran Pemkab Probolinggo ini merupakan wujud empati dan kepedulian terhadap warganya, meskipun musibah terjadi di luar daerah.
“Atas nama Bupati Probolinggo dan seluruh jajaran, kami mengucapkan duka cita mendalam. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima semua amal baiknya,” katanya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi simbol solidaritas dan respon cepat pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah, termasuk yang berada di luar wilayah Kabupaten Probolinggo. Pendekatan tanggap darurat yang dilakukan menunjukkan kolaborasi lintas instansi yang solid, baik dari unsur pemerintah, legislatif hingga masyarakat. (mel/fas)
