Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat pembangunan daerah. Pada Senin (8/9/2025), Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi Sekretari Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menerima kunjungan audiensi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Samsur beserta jajaran di Kantor Bupati Probolinggo.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Daerah dan Kemenag dalam menangani berbagai isu strategis di Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya keterpaduan program antara dua institusi tersebut. “Kami ingin kolaborasi ini tidak hanya sebatas koordinasi, tetapi menyentuh aspek yang lebih luas, seperti penguatan agama dalam pendidikan karakter, pemberdayaan pesantren hingga upaya menjaga kerukunan antar umat beragama,” katanya.
Salah satu fokus yang dibahas dalam audiensi adalah optimalisasi konsep Kecamatan SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing). Konsep ini diusung oleh Bupati Haris sebagai pendekatan pembangunan berbasis wilayah yang mengintegrasikan nilai keagamaan, etika sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Bupati Haris, Kecamatan SAE bukan hanya slogan, tetapi merupakan strategi pembangunan mikro yang bisa menjawab permasalahan masyarakat di tingkat kecamatan, terutama dalam hal kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin bekerja sama dengan Kemenag untuk memperkuat peran lembaga pendidikan keagamaan dan pesantren dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya.
Audiensi ini juga membahas beberapa isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah, antara lain penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan berbasis karakter, penguatan layanan kesehatan serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan religius.
Bupati Haris menegaskan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kemenag sangat krusial untuk memperkuat fondasi spiritual dan moral masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
“Sinergitas seperti ini harus menjadi kekuatan bersama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar masyarakat Kabupaten Probolinggo. Kita ingin menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan responsif,” tegasnya.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Samsur memaparkan peran lembaganya dalam bidang keagamaan dan pendidikan pasca terpisahnya urusan haji ke Kementerian Haji.
“Kemenag melalui Subbag TU dan FKUB terus mendorong kerukunan umat beragama. Sementara Bimas Islam dengan 134 penyuluh agama di 24 KUA kecamatan siap bersinergi dalam pencegahan stunting, pernikahan dini dan penguatan rumah tangga,” ungkapnya.
Langkah konkret Kemenag diwujudkan melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah desa sangat dibutuhkan agar program Kemenag sejalan dengan agenda Pemkab, termasuk percepatan sertifikasi wakaf.
“Kami mengharapkan agar Raperda Fasilitasi Pesantren dapat segera disahkan sebagai kado istimewa pada Hari Santri Nasional. Kami juga melaporkan agenda Musabaqah Qiroatil Kutub Nasional (MQKN) 2025 yang akan digelar di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan pada 1 hingga 6 Oktober 2025 mendatang serta MTQ Provinsi Jawa Timur di Jember,” pungkasnya. (nab/zid)
