Pemkab Probolinggo dan BBPMP Jatim Lakukan Monev Pelaksanaan Program MBG


Paiton, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diperuntukkan bagi siswa jenjang PAUD, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selasa (9/9/2025), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan MBG di TK PKK Pertiwi yang dipimpin Suprihatin dan SDN Taman Paiton di bawah kepemimpinan Umi Hartini.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui Analis Kebijakan Muda Like Widyawati mengungkapkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah terlihat jelas di lingkungan sekolah.

“Alat cuci tangan, sabun, hingga kebiasaan bersih sebelum makan sudah menjadi rutinitas. Anak-anak juga tampak antusias dan bahagia saat menerima makanan bergizi mereka,” katanya.

Menurut Like, MBG bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan sosial kepada anak-anak. Beberapa siswa bahkan membawa pulang sisa makanan karena porsinya cukup besar. “Ini bentuk rasa syukur mereka. Artinya program ini sangat berarti, bukan sekadar makan gratis, tapi juga membentuk karakter,” imbuhnya.

Di SDN Taman, seluruh 144 siswa mendapatkan porsi makan sesuai usia. Untuk siswa kelas 1 hingga 3, menu dan komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia dini. Sedangkan kelas 4 sampai 6, porsinya sedikit lebih besar. 

“Penyediaan makanan dilakukan oleh SPPG yang sudah berstandar dan profesional. Selain pemantauan gizi dan kesehatan, kegiatan monev ini juga diisi dengan penguatan karakter anak melalui Gerakan 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia (G7KAIH),” tegasnya.

Perwakilan BBPMP Jawa Timur Erma menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai seperti rajin belajar, hidup rukun, tidak saling mencederai, berdoa sebelum makan dan saling membantu. “Karakter anak-anak perlu dibentuk sejak dini. Program MBG ini bisa menjadi momen membangun budaya positif di sekolah,” ujarnya.

Program MBG yang berpadu dengan pembentukan karakter dan edukasi kesehatan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap  generasi emas Indonesia.

“Ke depan, kami berharap seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Probolinggo dapat menerapkan standar serupa, baik dari sisi kebersihan, pengelolaan gizi hingga pembentukan karakter,” pungkasnya. (ren/zid)