Hadirkan Ruang Aman Keluarga, DP3AP2KB Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Rumah SAE Curhat


Gending, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan menanggulangi persoalan sosial. Salah satu langkah strategis terbaru adalah memberikan sosialisasi dan pembentukan Rumah SAE Curhat di Perpustakaan Desa (Perpusdes) Delarasati Desa Klaseman Kecamatan Gending, Jum’at (26/9/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DP3AP2KB dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 30 peserta hadir, terdiri dari perwakilan TP PKK tingkat Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Gending dan Desa Klaseman, Babinkamtibmas, Babinsa, BPD, Koordinator PKB serta para kepala desa se-Kecamatan Gending.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Rigustina menyampaikan bahwa Rumah SAE Curhat hadir sebagai respons terhadap berbagai kasus sosial, terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak serta gangguan kesehatan mental.

“Sepanjang tahun 2025, kami mencatat 52 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo. Angka ini memang terlihat kecil, tapi satu kasus saja sudah cukup menjadi alarm moral,” ujarnya.

Menurut Tina, Rumah SAE Curhat bukan sekadar tempat untuk mencurahkan isi hati, tetapi sebagai safe space atau ruang aman yang memberikan dukungan emosional, konseling awal serta rujukan profesional jika diperlukan. “Kami ingin perempuan lebih berdaya, anak-anak terlindungi dan keluarga semakin tangguh. Rumah SAE Curhat adalah upaya konkret ke arah sana,” lanjutnya.

Tina menambahkan DP3AP2KB juga akan melengkapi inisiatif ini dengan pelatihan kader serta kerja sama dengan lembaga hukum, kesehatan, dan layanan sosial. “Harapannya, Rumah SAE Curhat bisa benar-benar hadir sebagai rujukan utama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keluarga dan sosial secara bermartabat,” tambahnya.

Sementara Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Probolinggo Retno Damayanti Saiful mengatakan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu ruang yang aman, terbuka, dan empatik untuk menemukan solusi bersama.

“Kekerasan dalam rumah tangga, kenakalan remaja hingga depresi tidak bisa diabaikan. Rumah SAE Curhat hadir sebagai tempat di mana warga bisa mencari pertolongan dan solusi tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Retno menggarisbawahi Rumah SAE Curhat merupakan buah dari sinergi antara PKK, pemerintah dan masyarakat. Harapannya ruang ini tidak hanya jadi simbol, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Ini adalah ruang edukatif yang menekankan pentingnya keluarga harmonis, perlindungan perempuan dan anak serta kesadaran akan kesehatan mental. Kami ingin Rumah SAE Curhat menjadi tempat yang hidup dan terus berkembang,” pungkasnya. (nab/zid)