Forum GenRe Kabupaten Probolinggo Gelar Bersholawat dan Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan


Tegalsiwalan, Lensaupdate.com - Forum GenRe Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Bersholawat dan Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (13/9/2025).

Kegiatan yang digelar bersinergi dengan Pemerinth Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan dan Kader PKK ini mengusung tema “Nabi Muhammad SAW, Teladan Nyata dalam Program PUP” dengan melibatkan ratusan remaja dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Pramuka, Forum Anak Probolinggo serta IPNU-IPPNU.

Rangkaian acara berlangsung semarak dan edukatif. Dimulai dengan sosialisasi remaja tentang bahaya pernikahan dini. Dilanjutkan dengan pembagian sayur sehat gratis, pembagian doorprize hingga penampilan hadrah dari grup Hidayatul Ummah. Suasana religius makin terasa lewat tausiyah yang disampaikan oleh perwakilan KUA Kecamatan Tegalsiwalan.

Dalam sambutannya, Camat Tegalsiwalan mengapresiasi inisiatif Forum GenRe yang mampu mengemas peringatan Maulid dengan muatan edukasi untuk remaja. Harapannya kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sarana edukasi yang mengingatkan remaja akan pentingnya teladan Rasulullah SAW. Kami berharap ini memperkuat pemahaman remaja tentang pendewasaan usia pernikahan, sebagai bagian dari membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho WD. menegaskan kegiatan semacam ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial, seperti pernikahan dini yang masih menjadi persoalan di beberapa wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Forum GenRe dengan pemerintah desa, kader PKK dan organisasi pemuda. Ini adalah strategi yang efektif dalam menekan angka pernikahan dini dan mencetak generasi emas Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Adi juga menambahkan integrasi nilai agama dengan program pembangunan keluarga menjadi kekuatan utama dalam mendidik generasi muda agar memiliki karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Dengan sinergi lintas sektor dan antusiasme tinggi dari remaja, kegiatan Bersholawat dan Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan ini diharapkan menjadi contoh baik bagi desa-desa lain dalam mengembangkan pendekatan holistik terhadap pembinaan generasi muda,” tegasnya.

Keterlibatan organisasi seperti IPNU-IPPNU, Forum Anak dan Pramuka menunjukkan bahwa gerakan ini inklusif dan memiliki daya jangkau luas. Para peserta tidak hanya belajar tentang pentingnya perencanaan masa depan, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial keagamaan yang positif. (mel/fas)