Tiris, Lensaupdate.com - Dalam upaya memperkuat efektivitas layanan kesehatan di tingkat primer, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Puskesmas Ranugedang Kecamatan Tiris, Rabu (24/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
Monitoring ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup observasi langsung di lapangan, verifikasi dokumen program serta dialog terbuka antara tim Dinkes dan petugas Puskesmas Ranugedang.
Fokus evaluasi meliputi berbagai program prioritas seperti penanggulangan Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, kusta, penyakit tidak menular (PTM), kesehatan jiwa, surveilans dan imunisasi.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan akses ke layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif yang terus digalakkan oleh Dinkes Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Nina Kartika mengatakan monev ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu dan merata.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kesehatan di Puskesmas. Ini penting untuk memastikan bahwa pelayanan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan, baik dari sisi teknis, SDM hingga dukungan infrastruktur. “Dengan begitu, langkah-langkah perbaikan bisa dirancang secara tepat sasaran,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari upaya modernisasi dan integrasi data kesehatan, tim juga memberikan pendampingan teknis pengisian aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu). Aplikasi ini digunakan untuk pencatatan program imunisasi dan cek kesehatan gratis yang lebih sistematis dan real-time.
“Melalui aplikasi ASIK, kita bisa melihat capaian layanan dengan lebih cepat dan akurat. Ini akan membantu kami dalam mengambil keputusan yang berbasis data, terutama untuk intervensi di daerah dengan cakupan rendah,” tambahnya.
Menurut Nina, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di seluruh Puskesmas. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara, berkualitas dan sesuai kebutuhan lokal.
“Setiap temuan di lapangan akan menjadi dasar untuk pembinaan berkelanjutan. Kami ingin menjadikan Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan yang humanis, profesional dan berbasis komunitas,” pungkasnya. (ren/zid)
