Cegah Brucellosis, Diperta dan UPT Labkeswan Malang Ambil Sampel Darah Sapi Perah


Krucil, Lensaupdate.com - Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan ternak, khususnya sapi perah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bersama UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang melaksanakan pengambilan sampel darah di Desa Watupanjang Kecamatan Krucil, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendeteksi dini kemungkinan adanya penyakit Brucellosis, yang berpotensi menular dan merugikan peternak jika tidak dikendalikan secara tepat. Brucellosis sendiri merupakan penyakit bakteri yang dapat menyerang hewan ternak dan menular ke manusia (zoonosis), sehingga pencegahannya menjadi prioritas dalam dunia peternakan.

Tim Labkeswan Malang dipimpin oleh drh. Faidah. Sementara tim dari Diperta Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) drh. Nikolas Nuryulianto didampingi oleh dokter penyelia drh. Ar-Rafi dan petugas teknis setempat.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan ternak serta menjamin hasil peternakan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Tujuan dari pengambilan sampel ini adalah untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit menular seperti Brucellosis di wilayah Desa Watupanjang Kecamatan Krucil, terutama pada populasi sapi perah,” katanya.

Niko menjelaskan pendampingan ini juga dilakukan atas dasar prinsip kesejahteraan hewan agar jika ada ternak yang terindikasi penyakit bisa segera ditangani dengan tindakan yang sesuai.

“Harapan kami, melalui pemeriksaan ini, dapat meningkatkan kesejahteraan hewan serta menjaga kualitas dan produktivitas peternakan sapi perah di Kecamatan Krucil,” lanjutnya.

Menurut Niko, Brucellosis dapat menyebabkan penurunan produksi susu, keguguran pada hewan betina hingga penularan ke manusia yang bersentuhan langsung dengan hewan terinfeksi. “Oleh karena itu, pengambilan sampel darah menjadi langkah preventif untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” jelasnya.

Niko menambahkan jika hasil laboratorium nantinya menunjukkan ada hewan yang positif Brucellosis, pihaknya akan menerapkan protokol pemotongan bersyarat guna menghindari risiko penularan ke hewan lain atau ke manusia di sekitar lingkungan peternakan.

“Apabila ada yang positif, maka sapi tersebut harus dipotong bersyarat. Ini adalah langkah pengendalian agar tidak terjadi penyebaran di komunitas ternak sekitar,” pungkasnya. (ren/zid)