BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan 23 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tulupari dan Puskesmas Leces


Tiris, Lensaupdate.com - Menghadapi kondisi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Tiris, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) melakukan pendistribusian bantuan air bersih sebanyak 23.000 liter pada Kamis (4/9/2025).

Distribusi air bersih dilakukan menyasar tiga dusun di Desa Tulupari Kecamatan Tiris serta satu fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas Leces. Pendistribusian air bersih ini dilakukan sebagai upaya tanggap darurat terhadap krisis air bersih yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir akibat musim kemarau.

Rincian, distribusi air bersih dilakukan di Dusun Karang Tengah RT 07 RW 03 Desa Tulupari Kecamatan Tiris sebanyak 12.000 liter untuk 125 KK (375 jiwa), Dusun Karang Tengah RT 08 RW 03 Desa Tulupari Kecamatan Tiris sebanyak 6.000 liter untuk 115 KK (325 jiwa), Dusun Dulugan RT 12 RW 04 Desa Tulupari Kecamatan Tiris sebanyak 5.000 liter untuk 35 KK (105 jiwa) serta Puskesmas Leces sebanyak 6.000 liter untuk mendukung operasional layanan kesehatan.

Untuk mendukung pendistribusian, BPBD Kabupaten Probolinggo mengerahkan tiga unit truk tangki berkapasitas 6.000 liter dan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Keseluruhan kendaraan ini melakukan pengiriman secara bergiliran agar distribusi air berjalan lancar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan distribusi air bersih ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau panjang.

“Pendistribusian air bersih ini adalah bentuk respon cepat kami terhadap laporan warga yang mengalami kesulitan akses air bersih. Total sebanyak 23.000 liter air telah kami salurkan ke tiga dusun dan satu fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Oemar menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan di berbagai titik rawan kekeringan lainnya dan siap untuk kembali mengirimkan bantuan air apabila diperlukan. “Kami bekerja sama dengan perangkat desa untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Prioritas kami adalah masyarakat dan layanan kesehatan yang terdampak langsung kekeringan,” tambahnya.

Menurut Oemar, Kecamatan Tiris merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Probolinggo yang cukup rentan terhadap dampak musim kemarau. Minimnya curah hujan selama beberapa bulan terakhir membuat cadangan air warga menipis, bahkan beberapa sumur warga dilaporkan sudah mulai mengering. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap hemat air dan segera melaporkan jika mengalami kekurangan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (mel/fas)