Kotaanyar, Lensaupdate.com - Dalam upaya meningkatkan layanan inklusif bagi masyarakat rentan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Probolinggo serta lintas sektor lainnya memfasilitasi perekaman E-KTP bagi penyandang disabilitas mental di Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang digelar pada Senin (4/8/2025) ini menyasar dua Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dari Desa Sambirampak Lor yakni Agus Subaidi yang sebelumnya mengalami pemasungan dan Amaruddin seorang warga dengan disabilitas mental lainnya.
Proses perekaman identitas berlangsung di lokasi tempat tinggal masing-masing difabel dengan melibatkan sejumlah pihak. Antara lain Camat Kotaanyar Hari Pribadi, Polsek Kotaanyar, petugas Disdukcapil Kabupaten Probolinggo, petugas Puskesmas Kotaanyaar, Pemerintah Desa Sambirampak Lor, bidan Desa Sambirampak Lor serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kotaanyar.
Meski sempat menemui kendala teknis saat pengambilan foto karena kondisi psikologis para difabel, kegiatan tetap berjalan lancar berkat pendekatan humanis yang dilakukan oleh tim gabungan. Bahkan, proses pemotretan harus dilakukan beberapa kali hingga petugas terpaksa menyuapi salah satu penerima layanan agar tetap tenang dan kooperatif.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyampaikan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kependudukan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk PPKS dengan kondisi disabilitas mental.
“Kami tidak ingin ada satu pun warga yang tertinggal dari hak-haknya sebagai warga negara, termasuk mendapatkan dokumen kependudukan. Ini adalah bentuk konkret dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan PPKS SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing,” ungkapnya.
Menurut Rachmad, dengan memiliki E-KTP, para difabel ini bisa lebih mudah mengakses berbagai bantuan sosial, layanan kesehatan hingga program pemulihan sosial lainnya. Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor di kecamatan-kecamatan lainnya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini. Kami berencana ingin menjadikan kegiatan ini sebagai model kolaboratif dalam memberikan layanan inklusi sosial, terutama bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus,” pungkasnya. (nab/zid)
