Banyuanyar, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di tengah musim kemarau.
Pada Senin (25/08/2025) sekitar pukul 11.14 WIB, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD melakukan pendistribusian air bersih di Dusun Gunung RT 32 RW 11 Desa Liprak Kidul Kecamatan Banyuanyar.
Sebanyak 6.000 liter air bersih didistribusikan kepada 40 Kepala Keluarga (KK) dengan total 125 jiwa yang terdampak akibat saluran air PDAM yang mati. Bantuan air ini disalurkan menggunakan 1 unit truk tangki berkapasitas 6.000 liter yang dikerahkan langsung dari BPBD Kabupaten Probolinggo dengan dukungan Agen Jatim.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan pihaknya terus siaga dalam merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan air bersih, terutama di wilayah yang rentan terdampak kekeringan saat musim kemarau.
“Kami mendapat laporan dari warga bahwa saluran PDAM tidak mengalir selama beberapa hari. Setelah verifikasi oleh tim TRC, kami langsung menurunkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Menurut Oemar, pendistribusian air bersih ini adalah bagian dari upaya darurat BPBD untuk menjamin hak dasar masyarakat terhadap akses air bersih, sekaligus mencegah potensi gangguan kesehatan akibat kekurangan air.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok. Dalam kondisi darurat, pemerintah harus hadir. Kami pastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan merata sesuai kebutuhan warga,” tambahnya.
Lebih lanjut Oemar menegaskan BPBD telah memetakan wilayah rawan kekeringan di seluruh kecamatan dan akan terus melakukan pemantauan harian terhadap kondisi lapangan.
“Kami sudah siapkan data wilayah yang rentan krisis air. Setiap laporan warga langsung kami tindaklanjuti agar tidak berlarut-larut. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko dampak lanjutan,” jelasnya.
Oemar mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk aktif melaporkan apabila terjadi gangguan akses air bersih di wilayahnya. “Kami harap semua pihak terus menjalin komunikasi intensif. Masyarakat bisa melapor langsung ke BPBD atau melalui kepala desa dan kecamatan. Kami siap bergerak cepat,” pungkasnya. (mel/fas)
