Bantaran, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan di Desa Kropak Kecamatan Bantaran, pada Jum’at (16/8/2025).
Kegiatan monev ini menyasar seluruh aspek pelaksanaan Posyandu ILP, mulai dari tingkat kehadiran sasaran, proses pelayanan kesehatan, pemberian vitamin A, pelaksanaan imunisasi hingga pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA.
Tim dari Dinkes Kabupaten Probolinggo menilai secara langsung jalannya kegiatan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur pelayanan berjalan sesuai standar. Pelaksanaan posyandu tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak lokal, seperti Kepala Desa Kropak, Ketua TP PKK Desa Kropak serta Ketua TP PKK Kecamatan Bantaran.
Pelaksanaan Posyandu ILP di Desa Kropak berjalan dengan baik dan lancar. Antusiasme masyarakat, khususnya para ibu dan balita terlihat tinggi dalam mengikuti berbagai layanan kesehatan yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa program posyandu masih menjadi kebutuhan penting di tengah masyarakat sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami menyampaikan kegiatan monev ini sangat penting untuk memastikan efektivitas pelaksanaan Posyandu ILP sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Monitoring dan evaluasi secara langsung ini bertujuan agar kami bisa melihat sejauh mana pelaksanaan Posyandu ILP berjalan sesuai standar serta mengidentifikasi apa saja yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Sri Wahyu menambahkan Posyandu ILP merupakan bagian dari strategi transformasi layanan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama ibu dan anak mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang menyeluruh, mulai dari imunisasi, pemberian gizi hingga edukasi kesehatan. Harapannya, angka kesakitan dan kematian ibu serta anak dapat terus ditekan,” tambahnya.
Lebih lanjut Sri Wahyu mengajak seluruh stakeholder di tingkat desa dan kecamatan untuk terus berkolaborasi dalam mendukung keberhasilan program Posyandu ILP. “Dengan dukungan lintas sektor, kami optimistis kualitas pelayanan kesehatan di desa-desa akan semakin meningkat. Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan untuk mencapai target-target pembangunan kesehatan di daerah,” pungkasnya. (nab/zid)
