KKKS Kabupaten Probolinggo Monev Pasien Kelainan Bawaan Pasca Operasi


Pajarakan, Lensaupdate.com - Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga pra sejahtera yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Salah satunya dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pasien pasca operasi yang memiliki kelainan bawaan.


Kegiatan monev ini dilaksanakan pada Selasa (29/7/2025) dengan mengunjungi lima pasien anak pasca operasi yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Krejengan.

Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh Haris memimpin langsung kunjungan ke rumah-rumah pasien. Dalam kunjungan ini, tim KKKS juga memberikan makanan tambahan bergizi sebagai bentuk dukungan pemulihan pasca operasi.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memantau perkembangan pasien di fase pemulihan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perawatan yang memadai di rumah, sekaligus mendeteksi dini bila terjadi komplikasi,” ujar Ning Marisa.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pengurus KKKS antara lain Ny. Isnaini Abd. Ghafur selaku Sekretaris I, dr. Indah Sri Wahyuni sebagai Ketua Bidang Koordinator dan Pelayanan Kesehatan serta anggota tim dr. Kholiatun Noer Handayani dan Ny. Rita Sunia Didik.

Adapun lima anak yang dikunjungi adalah pasien dengan berbagai kondisi kelainan bawaan seperti bibir sumbing dan kelainan jantung. Mereka berasal dari Desa Karangpranti (Pajarakan) dan Desa Widoro serta Desa Krejengan (Krejengan). Salah satu dari mereka adalah pasien labiopalato, kelainan langit-langit mulut yang memerlukan penanganan khusus pasca operasi.

Berdasarkan data dari KKKS, total pasien anak pasca operasi yang terdata dan akan dilakukan monev mencapai 22 orang yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan kunjungan pada lima pasien ini menjadi tahap awal dari rangkaian monev yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Ning Marisa menambahkan bahwa kesadaran dan peran aktif orang tua menjadi kunci utama dalam mendukung proses pemulihan anak. Ia menekankan pentingnya menjaga asupan gizi, memantau luka pasca operasi dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas medis terdekat.

“Kami mengimbau para orang tua agar tidak lengah. Pastikan anak mendapat makanan bergizi dan pemeriksaan lanjutan agar proses penyembuhannya berjalan optimal,” pungkasnya.

Langkah KKKS ini mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan masyarakat setempat karena tidak hanya fokus pada operasi semata, tetapi juga memberikan perhatian pasca tindakan medis. Dengan pendekatan langsung ke rumah pasien diharapkan pemulihan anak berjalan lebih baik dan menyeluruh. (nab/zid)