Sumberasih, Lensaupdate.com - Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Matematika di jenjang pendidikan dasar terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Probolinggo. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Sumberasih bekerja sama dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sumberasih menyelenggarakan desiminasi pelatihan Matematika Gembira untuk guru PAUD dan SD Fase A, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Korwil Dikdaya Sumberasih ini diikuti total 100 peserta, terdiri dari 40 guru PAUD/TK pada sesi pertama pukul 08.00–10.30 WIB serta 60 guru SD pada sesi kedua pukul 11.00–14.00 WIB. Mereka dibimbing oleh lima narasumber dari Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, Dringu dan Sumberasih.
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumberasih Nuradenan menyampaikan pelatihan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang guru dan siswa terhadap Matematika. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesan bahwa Matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa akan lebih senang dan lebih bersemangat mempelajari Matematika. Pemahaman positif tentang Matematika harus dimulai dari lingkungan belajar yang menyenangkan, terutama di jenjang PAUD dan SD sebagai fase pembentukan karakter belajar,” ujarnya.
Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih mengatakan pelatihan Matematika Gembira lebih dari sekadar metode mengajar. Pelatihan ini merupakan pendekatan untuk menanamkan logika, numerasi serta cara berpikir kritis sejak dini.
“Pelatihan ini bertujuan mengubah stigma negatif bahwa Matematika itu sulit atau menakutkan. Matematika Gembira menumbuhkan cinta terhadap logika dan numerasi melalui metode bermain dan eksplorasi,” ungkapnya.
Menurut Maini, anak usia dini belajar paling efektif melalui kegiatan bermain. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan menekankan pendekatan learning by playing, penggunaan objek nyata (konkret), representasi gambar hingga akhirnya menuju simbol angka (abstrak).
“Di fase PAUD dan SD kelas awal, kita meletakkan pondasi numerasi yang kuat. Jika pondasinya menyenangkan, maka proses belajar ke depan akan jauh lebih mudah,” tambahnya.
Maini juga menekankan pentingnya perubahan peran guru dalam pembelajaran modern.
“Setelah pelatihan ini, guru bukan hanya mengajar, tetapi menjadi fasilitator yang memandu anak menemukan sendiri konsep Matematika. Harapannya, materi yang diperoleh tidak berhenti di ruangan pelatihan, tetapi langsung diterapkan di kelas,” jelasnya.
Lebih lanjut Maini mengajak para pendidik untuk terus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa melalui Matematika yang menyenangkan. “Mari kita bersama-sama menyalakan rasa ingin tahu anak-anak kita. Jika mereka gembira saat belajar Matematika hari ini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan logis di masa depan,” pungkasnya. (mel/fas)
