Fashion Batik Probolinggo Tampil Memukau di Panggung Garda Bangsa


Kraksaan, Lensaupdate.com - Geliat industri kreatif lokal kembali menggema lewat gelaran “Competition Garda Bangsa: When Batik Meet Your Style” yang berlangsung meriah di Rest Area Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Minggu (20/7/2025). Acara ini mempersembahkan parade fashion show batik dari desainer muda dan pembatik lokal Kabupaten Probolinggo yang tampil memikat dari berbagai kategori usia.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ hadir langsung dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJ). 

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Didik Humaidi, anggota DPRD Muchlis, Forkopimka Kraksaan serta Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami. Mereka bersama Wabup Fahmi turut meninjau stand Batik Ronggo Mukti yang menjadi bagian dari UMKM unggulan lokal.

Menariknya, kegiatan ini sekaligus menjadi pemanasan menuju ajang Seven Lake Festival Probolinggo Paradise 2025 yang dijadwalkan digelar November mendatang. Kegiatan itu akan mengangkat pariwisata dan budaya lokal ke panggung yang lebih luas.

Lomba fashion ini melombakan dua kategori utama, yaitu anak-anak dan dewasa. Masing-masing peserta menampilkan koleksi busana dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan corak khas batik Probolinggo. Penilaian dilakukan oleh desainer lokal Umar Faruq bersama dewan juri lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyatakan apresiasi tinggi atas upaya penguatan batik sebagai identitas budaya sekaligus potensi ekonomi lokal.

“Fashion show ini bukan sekedar hiburan, tetapi sarana edukasi dan promosi. Batik bukan hanya warisan leluhur, tapi juga potensi besar untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Saya optimis batik Kabupaten Probolinggo mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional,” katanya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyebut bahwa Pemkab Probolinggo telah melakukan pendampingan intensif kepada sembilan pengrajin batik utama melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan desain.

“Kami mendorong batik menjadi budaya yang hidup. Bahkan telah kami integrasikan ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Anak-anak sejak dini harus mengenal dan mencintai batik daerah mereka,” ungkapnya.

Ketua Garda Bangsa Probolinggo Moh. Badrul Kamal mengaku bangga atas antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini. Batik bukan hanya tentang estetika, tetapi juga simbol perjuangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.

“Melalui pendekatan kekinian seperti ini, kita membuktikan bahwa batik bukan hanya milik masa lalu, tetapi bagian dari masa depan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Setelah dilakukan penilaian, Maulana keluar sebagai juara 1 kategori anak-anak. Sementara kategori dewasa dimenangkan oleh Galih A.P.. Panggung hiburan juga diisi kuis interaktif berhadiah yang semakin menyemarakkan suasana malam itu. (nab/zid)