Sumberasih, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan nilai tambah sektor perikanan. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan diversifikasi pengolahan hasil perikanan di Balai Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Kamis (17/7/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari unsur pengolah perikanan dan kader Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih. Peserta diajarkan cara mengolah ikan menjadi produk bernilai jual tinggi seperti amplang (kerupuk ikan khas) dan ikan crispy. Kedua produk ini dipilih karena memiliki potensi pasar yang luas dan tahan lama yang menjadikannya cocok untuk dijual di pasar lokal hingga luar daerah.
Materi pelatihan disampaikan oleh tenaga pengajar dari SMKN 1 Dringu yang memiliki keahlian khusus di bidang pengolahan hasil perikanan. Mereka memberikan pelatihan secara praktis dan aplikatif mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan higienis hingga pengemasan produk.
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman melalui Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Muda Fonny Sukma Apsari menyampaikan kegiatan ini adalah bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. “Pelatihan ini dirancang untuk membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan pembudidaya ikan,” ujarnya.
Fonny menambahkan dengan mengolah ikan menjadi berbagai produk turunan, masyarakat dapat memperoleh nilai jual yang lebih tinggi. “Jika biasanya ikan segar dijual dengan harga standar, setelah diolah menjadi amplang atau ikan crispy, nilainya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” jelasnya.
Selain memberikan keuntungan ekonomi, pelatihan ini juga dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan industri perikanan lokal. Pemerintah daerah berharap pengolahan hasil perikanan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga terus dikembangkan hingga ke pemasaran.
“Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini menjangkau lebih banyak wilayah dan peserta. Ini penting agar ekosistem usaha perikanan di Kabupaten Probolinggo semakin kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Fonny mendorong lahirnya pelaku UMKM baru di sektor pengolahan ikan. “Produk-produk yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional. Sekaligus memperkenalkan potensi kuliner khas pesisir Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)