Dinkes Kabupaten Probolinggo Latih Penjamah Makanan RSUD Tongas


Tongas, Lensaupdate.com - Dalam upaya menjaga mutu pelayanan gizi dan keamanan pangan di lingkungan rumah sakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar In House Training (IHT) bagi penjamah makanan di RSUD Tongas pada Kamis (24/7/2025).


Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas di instalasi gizi rumah sakit, terutama dalam penerapan prinsip higiene sanitasi dan prosedur keamanan pangan. Dengan pembekalan ini, diharapkan para penjamah makanan mampu memahami standar operasional kerja sesuai regulasi kesehatan lingkungan rumah sakit.


Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami mengatakan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari pengendalian risiko penyakit yang bersumber dari makanan.


“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada pasien memenuhi standar higiene dan sanitasi. Rumah sakit adalah tempat rawan infeksi, sehingga penjamah makanan wajib memahami prosedur yang benar dan aman,” ujarnya.


Sri Wahyu menyebut pelatihan ini akan dilakukan secara berkala di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Tujuannya, tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi rumah sakit, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.


"Dengan adanya pelatihan ini, kamiberharap RSUD Tongas dapat menjadi role model dalam penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan di fasilitas kesehatan," tambahnya.


Sementara Plt Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wardana menyampaikan pelatihan ini bukan sekedar formalitas atau pemenuhan administratif, melainkan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.


“Alhamdulillah, RSUD Tongas bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk memberikan In House Training penjamah makanan. Kegiatan ini dikandung maksud untuk meningkatkan kompetensi SDM instalasi gizi RSUD Tongas,” katanya.


Catur menekankan pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan langsung dalam praktik kerja sehari-hari.


“Kami sampaikan kepada peserta pelatihan, kegiatan ini bukan hanya sekedar mendapatkan sertifikat, namun lebih jauh bisa menimba ilmu sebaik-baiknya sehingga bisa mempraktekkan di lapangan demi memberikan pelayanan yang lebih berkualitas,” pungkasnya. (mel/fas)