Paiton, Lensaupdate.com - Desa Binor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam 10 besar Desa Wisata Bersih tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Sebagai bentuk apresiasi, tim penilai dari tingkat Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan ke Desa Binor pada Kamis (17/7/2025). Tim penilai ini dipimpin oleh Agus Wiyono dan beranggotakan perwakilan dari East Java Ecotourism Forum (EJEF), Indonesia Menuju Hijau dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur didampingi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, Camat Paiton Imam Syafi’i serta Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo Umi Subiyantiningsih.
Kepala Desa Binor Hostifawati turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program dan upaya yang telah dilakukan dalam rangka mewujudkan desa wisata bersih di Desa Binor Kecamatan Paiton.
Ketua Tim Penilai Agus Wiyono menyampaikan penghargaan desa wisata bersih Jawa Timur ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Dewi Cemara yang digelar Disbudpar Provinsi Jawa Timur dengan tujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa wisata. Penghargaan Desa Wisata Bersih Jawa Timur 2025 diberikan kepada desa-desa yang secara aktif mengembangkan ekowisata berbasis konservasi.
“Desa yang masuk nominasi harus menunjukkan komitmen pada pelestarian lingkungan, memiliki sistem pengelolaan sampah, sanitasi, ruang terbuka hijau serta program pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata,” ujarnya.
Sementara Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan pencapaian Desa Binor dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Probolinggo. “Kami berharap semangat Desa Binor dapat menular ke desa lain, terutama dalam mensinergikan pariwisata dengan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Selain sebagai ajang kompetisi, program ini juga membawa dampak positif langsung bagi masyarakat. Beberapa manfaat di antaranya adalah peningkatan pendapatan melalui sektor pariwisata, terbukanya lapangan kerja baru, penguatan ekonomi lokal serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Dengan pencapaian ini, Desa Binor semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang mengusung prinsip kebersihan, kenyamanan dan keberlanjutan,” pungkasnya. (ren/zid)