Bupati Haris Resmikan KKN UPM Probolinggo 2025


Dringu, Lensaupdate.com - Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo resmi memberangkatkan sebanyak 426 mahasiswa dan mahasiswi untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2024/2025. Upacara pelepasan yang digelar pada Selasa (29/7/2025) di halaman kampus UPM ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Acara pelepasan KKN mahasiswa UPM ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dwijoko Nurjayadi, Kepala Dinas Perhubungan Edy Suryanto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Probolinggo Nurhadi Wijayanto serta para camat dan kepala desa yang wilayahnya menjadi lokasi KKN. Serta Rektor UPM, Prof. Dr. Abdul Haris dan jajaran civitas akademika.


Program KKN tahun ini mengambil lokasi di 16 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Rinciannya, 14 lokasi berada di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo yakni Dringu, Gending, Maron, Tegalsiwalan dan Sumberasih. Sedangkan dua lokasi lainnya berada di Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo. Kegiatan akan berlangsung selama satu bulan penuh mulai 29 Juli hingga 29 Agustus 2025.


Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Haris yang dilanjutkan dengan penyematan atribut KKN secara simbolis kepada dua orang perwakilan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi peserta KKN.


Dalam sambutannya, Bupati Haris menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Harapannya para peserta KKN mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan, terutama dalam bidang ketahanan pangan, pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan penanganan stunting yang masih menjadi isu prioritas di wilayah Kabupaten Probolinggo.


"Mahasiswa harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Ini adalah momen emas untuk menerapkan ilmu yang didapat di kampus demi membantu menyelesaikan persoalan riil di lapangan," ujarnya.


Bupati Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater UPM. Harapannya mahasiswa dapat menjadi teladan dalam etika, disiplin dan semangat pengabdian di tengah masyarakat.


KKN merupakan salah satu mata kuliah wajib di banyak perguruan tinggi Indonesia yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks ini, UPM terus mendorong mahasiswanya agar mampu menerapkan pendekatan interdisipliner dalam menyelesaikan masalah sosial, ekonomi hingga kesehatan yang dihadapi masyarakat lokal.


Rektor UPM Prof. Dr. Abdul Haris menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Haris terhadap program KKN tahun ini. Program ini bukan hanya bagian dari kurikulum akademik, tetapi juga sebagai bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dalam membangun daerah.


"Melalui KKN, mahasiswa kami akan belajar langsung dari masyarakat dan berupaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi, sesuai dengan kapasitas dan bidang studi masing-masing," katanya.


Salah satu isu strategis yang menjadi fokus KKN kali ini adalah ketahanan pangan. Mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan, edukasi gizi serta membentuk kelompok tani dan wirausaha berbasis lokal. “Selain itu, penanganan stunting menjadi agenda penting mengingat masih tingginya prevalensi stunting di sejumlah wilayah Probolinggo,” terangnya.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Probolinggo Nurhadi Wijayanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan perlindungan sosial bagi seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN. Hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan selama masa pengabdian di lapangan.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta KKN terlindungi dari risiko kerja selama satu bulan penuh. Ini juga bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung program-program sosial dan pendidikan,” ujarnya.


KKN UPM 2025 ini diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi sukses antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis komunitas. Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjadi wahana belajar, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam percepatan pembangunan desa dan kota berbasis potensi lokal. (mel/fas)