Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat realisasi belanja tahun anggaran 2026. Hingga September, serapan belanja daerah tercatat baru mencapai 66 persen, sedangkan realisasi belanja modal masih berada di angka 32 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi saat memimpin apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, Senin (19/10/2026).
Dalam arahannya, Sjaiful meminta setiap kepala perangkat daerah segera mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan bersama jajaran masing-masing. Percepatan diperlukan agar anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan ketertiban administrasi dan ketentuan yang berlaku.
“Saya mohon kepada seluruh Perangkat Daerah, Kepala Perangkat Daerah dibantu oleh timnya, baik kepala bidang, sekretaris, pejabat fungsional maupun tim yang ada di kantor masing-masing agar segera melakukan langkah-langkah percepatan serapan anggaran,” ujarnya.
Menurut Sjaiful, rendahnya realisasi belanja modal perlu mendapat perhatian khusus. Perangkat daerah harus memastikan kesiapan kegiatan, kelengkapan administrasi, serta jadwal pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak terjadi penumpukan realisasi anggaran menjelang penutupan tahun.
Ia mengingatkan bahwa percepatan penyerapan anggaran harus tetap mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Pelaksanaan kegiatan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka realisasi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Hal ini sudah sering kali diingatkan oleh BPK maupun KPK terkait penumpukan serapan anggaran pada akhir tahun. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaktertiban dalam tata kelola keuangan maupun tata kelola pekerjaan,” jelasnya.
Karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengambil langkah konkret sesuai kondisi pelaksanaan program masing-masing. Koordinasi internal dan pemantauan berkala diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan sekaligus memastikan kegiatan dapat diselesaikan secara tepat waktu dan akuntabel.
Selain membahas percepatan serapan anggaran, Sjaiful menyampaikan informasi mengenai rencana penutupan jalan tol ruas Pasuruan–Probolinggo (Paspro) pada 19–22 Oktober 2026. Penutupan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan uji coba pendaratan pesawat tempur F-16 di kawasan yang telah ditentukan.
Ia menyebut kegiatan tersebut berpotensi berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Tongas, Sumberasih, dan Wonomerto. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi serta mematuhi arahan petugas demi menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Pemerintah daerah akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemasangan pembatas di area tertentu untuk menjaga keamanan dan memastikan masyarakat tidak mendekati lokasi kegiatan yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Pada akhir arahannya, Sjaiful mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk menjaga kedisiplinan, kesehatan, dan semangat kerja. Ia juga mengapresiasi kehadiran peserta apel sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Apel ini sebagai perwujudan disiplin kita. Mudah-mudahan kita selalu mendapat nikmat sehat dari Allah SWT dan tetap semangat dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Pemkab Probolinggo berharap percepatan realisasi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program, sehingga anggaran tahun 2026 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (nab/zid)
