Pasuruan, Lensaupdate.com - Rider-rider asal Jawa Timur menunjukkan tajinya dalam putaran kedua 76 Ultimate Downhill 2026 di Arjuno Bike Park Pasuruan. Agung Prio Apriliano dari Kediri menguasai kelas Men Elite, sedangkan Milatul Khaqimah asal Lumajang keluar sebagai juara Women Elite dalam final yang berlangsung Minggu (18/10/2026).
Kejuaraan yang digelar 76 Rider tersebut diikuti 113 rider yang bertanding dalam 10 kelas. Persaingan berlangsung ketat karena para peserta harus menaklukkan lintasan menantang di lereng Gunung Arjuno sekaligus mengumpulkan poin penting untuk perebutan gelar juara umum.
Agung Prio, yang akrab disapa “Super Prilly”, tampil impresif bersama Astrindo Racing Team. Setelah menjadi yang tercepat pada sesi Seeding Run sehari sebelumnya, ia kembali mencatatkan waktu terbaik pada Final Run kelas Men Elite dengan torehan 2 menit 47,826 detik.
Hasil tersebut mengantarkan atlet asal Kediri itu meraih tambahan 300 poin. Dengan total koleksi 510 poin, Agung kini memimpin klasemen sementara Men Elite, sekaligus menggeser Andi “John” Prayoga yang gagal finis pada putaran kedua.
Posisi kedua ditempati Yosi Saputra dari YTI Racing Team dengan catatan waktu 2 menit 51,753 detik. Sementara Putra Ganda Arrozak dari Alaska Squad Racing Team berada di peringkat ketiga setelah membukukan waktu 2 menit 54,902 detik.
Bagi Agung, kemenangan di Arjuno Bike Park terasa istimewa. Atlet yang telah dua kali menyandang gelar National Champion itu mengaku baru kali ini berhasil menjadi juara kelas Men Elite dalam rangkaian 76 Ultimate Downhill setelah berulang kali mengikuti kompetisi tersebut.
“Saya senang bisa tampil konsisten tahun ini dan keberhasilan menjadi juara di kelas Men Elite adalah yang pertama buat saya. Tambahan poin yang signifikan di Arjuno Bike Park juga membuat saya naik ke posisi pertama di standing point perebutan gelar juara. Semoga saya bisa mempertahankan performa terbaik di seri terakhir di Ternadi Bike Park, Kudus,” ujar Agung.
Ia menilai lintasan Arjuno Bike Park memiliki tantangan tersendiri, meskipun dirinya sudah cukup sering berlatih di lokasi tersebut. Kondisi lintasan yang kering, berdebu, bergelombang dan dipenuhi lubang membuat para rider harus cermat memilih jalur serta menjaga kestabilan saat melaju.
Menurut Agung, perubahan karakter lintasan justru menjadi kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi. Pengalaman menghadapi trek yang sulit dinilai penting untuk menunjang perkembangan prestasi, termasuk ketika bersaing di tingkat internasional.
Dominasi Jawa Timur juga terlihat pada kelas Women Elite. Milatul Khaqimah dari Nukeproof Exess Team tampil konsisten dengan menjadi yang tercepat pada Seeding Run dan Final Run.
Rider asal Lumajang itu menyelesaikan Final Run dengan waktu 3 menit 20,555 detik. Ia unggul atas Nilna Murni Ningtias dari Spartan Racing Team yang mencatatkan waktu 3 menit 23,474 detik. Posisi ketiga diraih Ayu Triya Andriana dari Alaska Squad Racing Team dengan waktu 3 menit 28,251 detik.
Kemenangan tersebut memperkuat posisi Milatul di puncak klasemen sementara Women Elite. Setelah menjuarai putaran pertama dan kedua, ia mengoleksi 400 poin, unggul 120 poin dari Ayu Triya Andriana yang berada di posisi kedua dengan 280 poin.
Sementara Nining Porwaningsih dan Nilna Murni Ningtias sama-sama mengumpulkan 220 poin untuk menempati posisi berikutnya dalam klasemen sementara.
Milatul mengaku bangga bisa menjadi yang terbaik di hadapan persaingan para rider elite, terlebih dirinya membawa nama Jawa Timur. Ia bertekad mempertahankan performa hingga putaran terakhir demi meraih gelar juara umum.
“Saya puas dengan performa sendiri di seri kedua dan sesuai target dengan menjadi juara. Sebagai perwakilan Jawa Timur, saya tentu bangga bisa menjadi yang terbaik di Arjuno Bike Park. Saya sudah dua kali menjadi juara di 76 Ultimate Downhill 2026, saya akan tetap bekerja keras dan berusaha untuk kembali mengulanginya di seri ketiga,” kata Milatul.
Perwakilan 76 Rider selaku penyelenggara Agnes C. Wuisan mengapresiasi jalannya putaran kedua yang untuk pertama kalinya digelar di Arjuno Bike Park. Menurutnya, karakter lintasan memberikan tantangan berbeda yang menuntut peserta meningkatkan keterampilan dan kondisi fisik.
“Luar biasa! Putaran kedua 76 Ultimate Downhill ini benar-benar menantang dan kompetitif. Kejar-kejaran poin terjadi, terutama di kelas prestasi Men Elite maupun Women Elite. Selain itu karakter trek di Arjuno Bike Park juga menghadirkan tantangan yang sulit ditaklukkan para rider yang berpartisipasi,” ungkap Agnes.
Lintasan sepanjang hampir 1.600 meter dengan elevasi 233 meter tersebut menguji kemampuan rider dalam membaca jalur dan menjaga kecepatan. Kondisi trek yang keras, kering serta berdebu meningkatkan risiko kehilangan waktu hingga terjatuh apabila peserta keliru menentukan jalur.
Setelah putaran kedua di Pasuruan, persaingan 76 Ultimate Downhill 2026 akan berlanjut ke seri pamungkas di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Putaran final itu akan menjadi penentu perebutan gelar juara umum di masing-masing kelas. (lia/zid)
