PP-PAUD Kabupaten Probolinggo Ingatkan Orang Tua Tak Bandingkan Kemampuan Anak


Probolinggo, Lensaupdate.com - Membandingkan kemampuan anak dengan anak lain dapat membuat orang tua mengabaikan potensi dan kebutuhan belajar masing-masing. Karena itu, orang tua dan pendidik perlu memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik, minat serta tahapan perkembangan yang berbeda.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PP-PAUD Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto dalam kegiatan Smart Parent bertema “Memahami Kebutuhan Belajar Anak” di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti 160 peserta yang terdiri atas pengurus PP-PAUD Kabupaten Probolinggo, ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) ranting, perwakilan IGTKI tingkat kabupaten dan kecamatan, guru, serta orang tua atau wali murid.

Rita Erik menegaskan, mendidik anak membutuhkan pengetahuan, kesabaran, keteladanan dan kasih sayang. Orang tua maupun pendidik perlu menyesuaikan cara mendampingi anak dengan kebutuhan serta tahap perkembangannya.

“Ada anak yang lebih mudah memahami sesuatu melalui cerita, permainan maupun kegiatan eksplorasi. Sebagian lainnya membutuhkan pendampingan lebih intensif. Perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk membandingkan, apalagi merendahkan kemampuan anak. Sebaliknya, perbedaan itu menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap anak membutuhkan kesempatan, perhatian dan pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” katanya.

Menurut Rita Erik, perhatian terhadap proses belajar anak tidak seharusnya hanya berpusat pada kemampuan yang belum dikuasai. Orang tua juga perlu mengenali dan memberikan ruang bagi potensi yang sedang berkembang.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru menuntut hasil atau menjadikan pencapaian anak lain sebagai ukuran keberhasilan. Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan yang sesuai.

“Orang tua yang cerdas bukanlah orang tua yang menuntut anaknya selalu menjadi yang terbaik, melainkan orang tua yang berusaha memahami apa yang terbaik bagi anaknya,” tegasnya.

Rita Erik juga menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Pada tahap ini, anak perlu memperoleh ruang untuk membangun karakter, kepercayaan diri, kemandirian serta kemampuan sosial dan emosional.

“Anak perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berani mencoba, berinteraksi dengan baik serta tumbuh dalam suasana yang aman dan menyenangkan,” terangnya.

Untuk mendukung proses tersebut, keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama dan utama, sementara lembaga PAUD berperan sebagai mitra dalam membantu perkembangan anak. Komunikasi dan kerja sama antara orang tua dengan pendidik diperlukan agar pendampingan di rumah dan di sekolah berjalan selaras.

Rita Erik berharap kegiatan Smart Parent tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam pola pengasuhan dan pembelajaran anak.

“Maria kita menjadi orang tua dan pendidik yang tidak hanya hadir untuk mengarahkan anak, tetapi juga bersedia mendengarkan mereka, tidak hanya mengajarkan sesuatu, tetapi juga memberikan teladan serta tidak hanya menginginkan anak berhasil, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan bahagia,” pesannya.

Sementara Ketua Panitia Lasminingsih mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran keluarga dan lembaga PAUD dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pemahaman mengenai karakteristik dan kebutuhan belajar anak usia dini diharapkan mendorong pola pengasuhan positif serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, PP-PAUD Kabupaten Probolinggo berharap orang tua dan pendidik semakin mampu mengenali potensi setiap anak, memberikan pendampingan sesuai kebutuhannya serta mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. (mel/fas)