Dringu, Lensaupdate.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sarana kesiapsiagaan bencana kepada empat sekolah di Kecamatan Dringu, Sabtu (31/10/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat fasilitas keselamatan sekaligus mendukung penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Empat sekolah penerima bantuan meliputi SDN Dringu, SDN Kedungdalem 1, SDN Kedungdalem 2 dan SDN Kedungdalem 3. Perlengkapan yang diserahkan terdiri atas satu unit tandu beroda, tujuh papan rambu jalur evakuasi, serta satu papan titik kumpul.
Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Sebelumnya, sekolah-sekolah penerima juga telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dan evakuasi bencana.
“Alhamdulillah, sebelumnya sekolah-sekolah tersebut telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dan evakuasi bencana,” katanya.
Dewi meminta seluruh perlengkapan yang telah diserahkan segera dimanfaatkan oleh masing-masing sekolah. Secara khusus, papan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul perlu dipasang di lokasi strategis agar mudah diketahui warga sekolah.
“Peralatan yang sudah diberikan ini hendaknya segera dimanfaatkan. Khususnya papan rambu jalur evakuasi dan papan titik kumpul agar segera dipasang di tempat-tempat yang sesuai sehingga dapat menjadi petunjuk bagi warga sekolah ketika menghadapi situasi darurat,” terangnya.
Menurutnya, ketersediaan sarana kebencanaan perlu diimbangi dengan pemahaman warga sekolah mengenai prosedur pertolongan pertama dan evakuasi. Dengan demikian, perlengkapan tersebut dapat digunakan secara tepat ketika terjadi keadaan darurat.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kerja sama program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Paiton Energy dengan PMI Pusat tahun 2026.
Dewi berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kesiapan empat sekolah penerima, baik dari sisi fasilitas maupun kemampuan menghadapi potensi bencana.
“Upaya ini diharapkan dapat membantu memperkecil risiko dan dampak bencana di lingkungan pendidikan,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)