PMI Kabupaten Probolinggo Bekali Tim SPAB SMPN 1 Dringu Hadapi Situasi Darurat


Dringu, Lensaupdate.com - Kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi bekal penting bagi warga sekolah, terutama saat terjadi kecelakaan maupun bencana. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menggelar simulasi pertolongan pertama dan edukasi kebencanaan bagi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) SMP Negeri 1 Dringu, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Dringu ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penanganan awal kondisi darurat serta pengenalan potensi dan risiko bencana di lingkungan sekolah. Program tersebut didanai melalui kerja sama tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Paiton Energy dengan PMI Pusat tahun 2026.

Dua relawan PMI Kabupaten Probolinggo terlibat sebagai pemateri. Rizki Kurlillah menyampaikan edukasi kebencanaan, sedangkan Holik Arisandi memandu materi dan simulasi pertolongan pertama.

Melalui praktik langsung, peserta memperoleh kesempatan memahami keterampilan dasar yang diperlukan ketika menghadapi situasi darurat. Pembelajaran ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membantu warga sekolah mengenali tindakan awal yang tepat sebelum bantuan lanjutan tersedia.

Kegiatan tersebut diikuti 12 anggota Tim SPAB sekolah, empat peserta tamu, unsur Kamarkas, dua staf, serta dua relawan atau penanggung jawab kegiatan (person in charge/PIC).

Sejumlah pengurus PMI Kabupaten Probolinggo turut hadir, yakni Ketua Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan Soedjono; Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Kerja Sama Kemitraan Slamet Riyadi serta Sekretaris Dewi Korina.

Kepala SMPN 1 Dringu Karyati menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, simulasi pertolongan pertama dan edukasi kebencanaan memberikan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Pengalaman yang sangat berharga bisa mengikuti simulasi pertolongan pertama dan edukasi kebencanaan. Materi ini tidak ada di kelas sehingga semoga bermanfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah/masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap materi yang diperoleh dapat meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Pengetahuan tersebut juga diharapkan menjadi bekal ketika menghadapi keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.

Ketua Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PMI memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan.

“Kegiatan simulasi pertolongan pertama dan edukasi kebencanaan pada hari ini merupakan wujud nyata komitmen kami, di mana PMI ingin memberikan sesuatu yang nantinya bermanfaat untuk masyarakat luas. Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini bisa membawa manfaat nyata, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Soedjono menegaskan, pemahaman mengenai pertolongan pertama dan risiko bencana merupakan bekal penting bagi warga sekolah. Kemampuan memberikan respons awal secara tepat dapat membantu penanganan keadaan darurat sebelum bantuan lebih lanjut tersedia.

Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Probolinggo berharap Tim SPAB SMPN 1 Dringu semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan kedaruratan. Penguatan pengetahuan dan keterampilan tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih tanggap, dengan warga yang sigap, tenang dan peduli terhadap keselamatan bersama. (nab/zid)