Paiton, Lensaupdate.com - Persiapan calon jemaah haji tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan administrasi dan kondisi kesehatan. Pemahaman tata cara ibadah, kesiapan mental, serta pembinaan spiritual juga menjadi bagian penting agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan baik.
Atas dasar itu, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo memperkuat kerja sama dengan tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi Kasubbag Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin bersama Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Khodim, KH Abdul Hadi Noer, Jumat (23/10/2026).
Ervin mengatakan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memberikan pembinaan kepada calon jemaah haji. Kedekatan ulama dengan masyarakat diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi dan pemahaman keagamaan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.
“Sinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib dan berkualitas. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat edukasi serta pembinaan bagi calon jemaah haji,” ujarnya.
Menurut Ervin, kesiapan jemaah perlu dibangun secara menyeluruh. Selain menjaga kondisi fisik dan memenuhi persyaratan administrasi, calon jemaah harus memahami tahapan pelaksanaan ibadah haji serta mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.
“Dukungan dari para ulama dan pengasuh pondok pesantren diharapkan dapat membantu calon jemaah haji mempersiapkan diri secara lebih menyeluruh,” lanjutnya.
Kerja sama dengan lingkungan pesantren juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Melalui komunikasi dan pendampingan yang baik, calon jemaah diharapkan memperoleh informasi yang tepat sehingga memiliki bekal yang cukup sebelum menunaikan ibadah haji.
Ervin menegaskan, pembinaan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan persiapan teknis penyelenggaraan haji. Dengan demikian, jemaah tidak hanya siap memenuhi persyaratan keberangkatan, tetapi juga memahami tuntunan ibadah yang akan dijalankan.
“Kami ingin calon jemaah tidak hanya siap dari sisi administrasi dan kesehatan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan agama yang cukup untuk menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan. Dengan dukungan para ulama, pembinaan ini diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Kemenhaj Kabupaten Probolinggo berharap kolaborasi dengan Ponpes Nurul Khodim dan tokoh agama lainnya dapat terus dikembangkan. Sinergi tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pembinaan calon jemaah haji di daerah.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak demi memberikan pelayanan serta pembinaan terbaik bagi jemaah. Harapannya, seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, lancar dan meraih predikat haji mabrur,” pungkasnya. (ren/zid)
