HUT TKSK ke-17, Dinsos Kabupaten Probolinggo Perkuat Pelayanan Pilar Sosial


Probolinggo, Lensaupdate.com - Ketepatan pendataan, koordinasi lintas sektor dan integritas petugas menjadi perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial. Penguatan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) kinerja pilar sosial yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) ke-17, Rabu (14/10/2026).

Bertempat di ruang pertemuan Dinsos Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini diikuti Kepala Dinsos Rachmad Hidayanto bersama unsur pilar sosial. Rakorev menjadi ruang evaluasi pelaksanaan tugas sekaligus penguatan komitmen para tenaga kesejahteraan sosial dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan layanan sosial.

Rachmad menegaskan, peringatan HUT TKSK tidak cukup dimaknai sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki pelaksanaan tugas, menjaga profesionalisme, dan meningkatkan kualitas pendampingan di wilayah kecamatan.

“Momentum HUT TKSK hendaknya menjadi penguat komitmen seluruh tenaga kesejahteraan sosial untuk bekerja secara profesional, menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial,” ujarnya.

Menurut Rachmad, TKSK memiliki peran penting dalam memantau kondisi sosial di wilayah kerja masing-masing. Karena itu, petugas diharapkan mampu mengenali persoalan sejak dini serta menyampaikan informasi secara tepat agar penanganannya dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“TKSK diharapkan aktif melakukan pemantauan, identifikasi dan pelaporan agar permasalahan sosial dapat ditangani secara tepat dan terkoordinasi,” lanjutnya.

Ia juga mendorong penguatan kerja sama antara TKSK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa atau kelurahan, Dinsos, pekerja sosial, pendamping sosial, Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), serta pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut dibutuhkan agar pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kelompok rentan, dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dapat berjalan lebih baik.

“Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Selain itu, ketepatan pendataan, verifikasi informasi, dokumentasi kegiatan serta pelaporan menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan program kesejahteraan sosial,” jelasnya.

Selain mengevaluasi kinerja, rakorev juga membahas persiapan penilaian dan seleksi pilar-pilar kesejahteraan sosial teladan atau berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026.

Persiapan tersebut mengacu pada surat Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur Nomor 400.9/10439/107.3/2026. Dokumen persyaratan penilaian dan seleksi harus dikirimkan melalui email parsosmas2026@gmail.com paling lambat 20 Oktober 2026.

Agenda lainnya adalah tindak lanjut surat Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor 2719/5.4/PB.04/9/2026 tertanggal 30 September 2026 mengenai imbauan bagi pilar sosial untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Unsur yang disebut dalam imbauan tersebut meliputi Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Dalam menjalankan tugas, Rachmad turut mengingatkan pentingnya etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Para TKSK diminta menghindari penyalahgunaan kewenangan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Peringatan HUT TKSK tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas dan memperbarui semangat pengabdian,” terangnya.

Melalui rakorev tersebut, Dinsos Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pilar sosial terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat koordinasi. Upaya itu diarahkan untuk mendukung pelayanan kesejahteraan sosial yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Upaya ini diharapkan mendukung pelayanan kesejahteraan sosial yang semakin responsif, inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)