Probolinggo, Lensaupdate.com - Keterlibatan ayah dan ibu dalam mendidik anak menjadi salah satu pesan utama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo dalam mendorong penerapan pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan keluarga.
Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menyampaikan, kesetaraan gender bukan berarti mempertentangkan peran perempuan dan laki-laki. Sebaliknya, keduanya perlu membangun kemitraan, saling menghargai, serta berbagi tanggung jawab sesuai kemampuan masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pengarusutamaan Gender bertema “Implementasi PUG dalam Mendukung Tugas Suami dan Mendidik Generasi” di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari unsur pengurus dan anggota DWP Kabupaten Probolinggo. Hadir sebagai narasumber, Corporate Public Speaking Trainer Yusrina Zaharani.
“Pengarusutamaan gender bukanlah upaya untuk mempertentangkan peran perempuan dan laki-laki, melainkan mendorong terciptanya kerja sama, kesetaraan kesempatan dan pembagian peran yang harmonis sesuai dengan kemampuan serta tanggung jawab masing-masing,” ujar Rita Erik.
Ia juga menyoroti dukungan anggota DWP terhadap suami, khususnya yang menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui suasana rumah tangga yang harmonis, penanaman nilai-nilai positif dan penguatan moral dalam keluarga.
Namun, menurut Rita Erik, dukungan kepada suami tidak berarti perempuan harus mengesampingkan potensi dirinya. Anggota DWP tetap perlu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas agar dapat berperan aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Saya mengingatkan bahwa dukungan kepada suami tidak berarti mengesampingkan potensi perempuan. Anggota DWP tetap perlu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas diri agar dapat berperan aktif dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Komunikasi yang baik, sikap saling menghargai dan kerja sama antara suami istri dinilai menjadi fondasi untuk membangun keluarga harmonis. Pola hubungan tersebut juga memberi kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk berkembang.
Dalam sosialisasi tersebut, Rita Erik menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi dan kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan sejak dini melalui keteladanan orang tua.
“Dalam mendidik anak, ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya. Kehadiran ayah sebagai teladan dan pendamping serta peran ibu dalam memberikan pengasuhan dan pendidikan, perlu dibangun melalui kerja sama yang saling melengkapi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang kepada anak untuk mengembangkan bakat dan meraih cita-cita tanpa dibatasi stereotip gender. Anak perlu dibiasakan menghargai perempuan dan laki-laki serta memahami kesetaraan kesempatan.
Rita Erik berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga organisasi DWP.
“Saya berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan organisasi DWP,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Probolinggo berupaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan dalam mendukung pendidikan anak dan pembentukan generasi yang berkarakter. (mel/fas)
