Dokumen Risiko Bencana Sekolah Dibidik Jadi Acuan Pengajuan CSR


Dringu, Lensaupdate.com – Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) di lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pedoman kesiapsiagaan, tetapi juga berpotensi menjadi data pendukung untuk mengajukan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Peluang pemanfaatan tersebut menjadi salah satu perhatian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo saat mendampingi finalisasi dokumen KRB dan pembaruan Surat Keputusan (SK) Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN 1 Dringu, Jum'at (23/10/2026).

Ketua Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan dokumen KRB diharapkan dapat digunakan sekolah sebagai dasar perencanaan kesiapsiagaan sekaligus bahan pendukung untuk mengakses program CSR.

“Dokumen KRB ini nantinya menjadi data bagi sekolah dan bermanfaat untuk dapat diajukan CSR. Semoga kerja sama ini dapat berjalan terus, sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Menurut Soedjono, keberadaan dokumen yang tersusun dengan baik penting untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana di satuan pendidikan. Karena itu, finalisasi KRB dilakukan untuk memastikan kajian tersusun lengkap dan sistematis sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kesiapsiagaan bencana.

Selain menyelesaikan dokumen KRB, PMI juga mendampingi pembaruan SK Tim SPAB. Pembaruan tersebut diperlukan untuk memperjelas struktur kepengurusan, keanggotaan serta pembagian tugas dan tanggung jawab setiap anggota tim.

Dalam kegiatan itu, tim melakukan peninjauan materi kajian risiko bencana, pembaruan SK, finalisasi dokumen, pemaparan hasil hingga penyerahan dokumen KRB dan SK Tim SPAB kepada pihak sekolah.

Soedjono berharap kerja sama PMI Kabupaten Probolinggo dengan PT Paiton Energy melalui program CSR bersama PMI Pusat pada 2026 dapat terus berlanjut. Keberlanjutan kolaborasi tersebut diharapkan mendukung penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.

Sementara Kepala SMKN 1 Dringu Adi Abdullah menyambut baik pendampingan tersebut. Ia berharap hasil kegiatan tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolahnya, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Probolinggo.

“Menjadi harapan bagi kami secara proses dan tindak lanjut kegiatan ini tidak hanya untuk sekolah, namun juga Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Adi menambahkan, penyusunan kajian perlu dituntaskan dengan baik. Jika masih ditemukan bagian yang perlu diperbaiki, revisi perlu dilakukan agar dokumen yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan.

“Kita semua berharap dapat menyelesaikan kajian ataupun sesuatu yang mungkin perlu direvisi, sehingga data ini dapat bermanfaat untuk sekolah juga dapat menjadi praktik baik yang dapat dibagikan untuk sekolah-sekolah lain di kabupaten/kota Probolinggo,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Tim SPAB SMKN 1 Dringu, guru, siswa, kamarkas, staf, relawan serta penanggung jawab kegiatan atau PIC.

Melalui finalisasi KRB dan pembaruan SK Tim SPAB, PMI Kabupaten Probolinggo bersama pihak sekolah berharap upaya kesiapsiagaan bencana dapat didukung dokumen yang terarah. Pengalaman SMKN 1 Dringu juga diharapkan menjadi praktik baik yang dapat dibagikan kepada sekolah lain di wilayah Probolinggo. (nab/zid)