Kraksaan, Lensaupdate.com - Pasangan muda di Kabupaten Probolinggo didorong tidak hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan formal, tetapi juga mengembangkan usaha mandiri untuk memperkuat ekonomi keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan ialah membekali mereka keterampilan membuat roti dan kue melalui kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan tersebut berlangsung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 16 peserta yang merupakan pasangan muda dan baru menikah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan, Gending, Pajarakan dan Krejengan.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi pengangguran melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan wirausaha baru.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mendorong Disnaker mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat sesuai arahan Bupati Probolinggo. Tahun ini, Disnaker memperoleh tiga paket pelatihan bersumber dari APBN, yakni bidang kelistrikan, pendingin ruangan atau AC, serta pembuatan aneka roti dan kue.
Saniwar menilai pelatihan pembuatan roti dan kue memiliki nilai tambah karena menyasar pasangan muda melalui kerja sama dengan Kemenag. Keterampilan tersebut diharapkan bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan yang memberikan alternatif penghasilan bagi keluarga.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta bisa memiliki usaha sendiri di keluarga masing-masing. Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan peluang usaha di tengah ketidakpastian kesempatan kerja formal. Menurutnya, keterampilan praktis dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri.
“Kalau hanya menunggu penerimaan CPNS atau lowongan dari perusahaan, sampai sekarang belum tentu ada kepastian. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menciptakan wirausaha baru melalui program-program pemerintah,” tegasnya.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani turut berharap peserta dapat mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi usaha produktif. Usaha tersebut diharapkan tidak hanya menambah pendapatan keluarga, tetapi juga berpotensi membuka peluang kerja baru.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, keterampilan membuat roti dan kue dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus dikembangkan menjadi usaha sampingan bernilai ekonomi.
“Sangat apresiasi atas kerjasma Kemenag dengan Disnaker, untuk fasilitasi para pasangan muda untuk dilatih ketrampilan membuat roti dan kue sehingga memiliki ketahanan keluarga. Semoga kedepan masih berlanjut untuk calon pengantin dan siswa yang lulus MA,” harapnya.
Kepala UPT BLK Kabupaten Probolinggo Jumhari menyampaikan bahwa BLK memiliki fasilitas dan instruktur untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut agar semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat dari program pelatihan kerja.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan menguasai keterampilan teknis pembuatan roti dan kue sesuai standar kompetensi, sekaligus memiliki bekal untuk bersaing di dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Erna Sayuti, instruktur pembuatan roti dan kue Warsiatun serta Warsih Wahyuni, Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Probolinggo Imamudin Nurfajri dan sejumlah pengurus IPARI Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
