Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang memperoleh pekerjaan maupun merintis usaha mandiri.
Program pelatihan yang dibuka pada Rabu (28/10/2026) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Probolinggo tersebut menyasar masyarakat usia produktif, khususnya lulusan SMA dan SMK yang belum bekerja.
Peserta dibagi ke dalam tiga kelas kejuruan, yakni las listrik, menjahit, dan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) berupa pembuatan kue. Masing-masing kelas diikuti 16 peserta.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan, pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha sendiri.
“Harapannya, melalui pelatihan ini para peserta yang sebelumnya belum bekerja bisa memiliki keterampilan khusus sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujarnya.
Menurut Saniwar, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi modal untuk melamar pekerjaan di perusahaan atau instansi pemerintah, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.
“Kalaupun nantinya belum bisa bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah, paling tidak mereka sudah mempunyai keterampilan untuk berwirausaha dan mengembangkan usaha mandiri,” jelasnya.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menekan angka pengangguran terbuka. Dengan keterampilan yang sesuai, masyarakat diharapkan lebih siap memanfaatkan peluang kerja dan ekonomi di lingkungan masing-masing.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan lebih produktif dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi di lingkungan masing-masing,” terangnya.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Saniwar didampingi Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Erna Sayuti, Kepala UPT BLK Jumhari, serta tiga instruktur yang akan mendampingi peserta selama mengikuti pelatihan.
Selain mendapatkan pelatihan keterampilan, seluruh peserta juga didaftarkan dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut diberikan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan kerja selama peserta mengikuti kegiatan pelatihan.
Saniwar berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah program berakhir.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, menyerap materi yang diberikan dan memanfaatkan keterampilan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan maupun membuka usaha sendiri,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)