Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Ingatkan Guru Jaga Integritas dan Keharmonisan Keluarga


Kraksaan, Lensaupdate.com - Profesionalitas guru tidak hanya tercermin dari kedisiplinan saat mengajar, tetapi juga dari integritas, sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mengingatkan pentingnya disiplin kerja sekaligus keharmonisan keluarga bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guru.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dalam sarasehan pembinaan yang diikuti ratusan guru jenjang TK, SD dan SMP di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (21/10/2026).

Mengangkat tema “Disiplin Jam Kerja, Disiplin Berpakaian Dinas dan Membangun Harmoni Keluarga”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan karakter, etika dan tanggung jawab guru, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hary menegaskan, guru memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran. Perilaku dan kedisiplinan mereka juga menjadi contoh bagi peserta didik dalam membentuk karakter.

“Profesionalitas guru harus tercermin dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, perilaku ASN guru perlu selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan kepada peserta didik. Pembinaan ini juga berkaitan dengan menjaga keharmonisan rumah tangga, membangun komunikasi yang sehat serta menjalankan tanggung jawab dalam perkawinan,” katanya.

Ia menjelaskan, kejujuran, komitmen, pengendalian diri dan sikap saling menghormati merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat. Kesadaran untuk menghindari perselingkuhan dan perilaku yang bertentangan dengan norma agama, etika serta ketentuan yang berlaku juga menjadi bagian dari penguatan karakter ASN.

Selain keharmonisan pasangan, Hary menyoroti pentingnya melindungi anak ketika muncul persoalan dalam rumah tangga. Menurutnya, konflik orang dewasa tidak boleh mengorbankan rasa aman dan kebutuhan anak untuk mendapatkan kasih sayang serta pengasuhan yang berkelanjutan.

“Anak tidak boleh menjadi korban konflik orang dewasa, sehingga kepentingan terbaik anak, rasa aman, kasih sayang dan keberlanjutan pengasuhan harus tetap menjadi prioritas,” lanjutnya.

Hary menilai kondisi keluarga dapat berpengaruh terhadap perkembangan emosional dan perilaku anak, termasuk proses belajarnya. Oleh sebab itu, guru perlu membangun hubungan keluarga yang sehat sekaligus memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung perkembangan peserta didik.

Ia menegaskan bahwa pembinaan tersebut bukan forum untuk menghakimi individu ataupun membuka persoalan pribadi. Sebaliknya, sarasehan diarahkan sebagai langkah edukatif untuk membangun kesadaran, mencegah persoalan dan memperkuat kualitas diri para guru.

“Perlu saya tegaskan bahwa kegiatan ini bukan untuk menghakimi atau membuka persoalan pribadi seseorang. Sarasehan ini merupakan ikhtiar bersama untuk membangun kesadaran, melakukan pencegahan dan memperkuat kualitas diri melalui pendekatan edukatif, humanis serta bertanggung jawab,” tegasnya.

Jika terdapat persoalan individual, Hary mengingatkan agar penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang tepat, sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Kerahasiaan persoalan pribadi juga harus tetap dijaga.

“Saya berharap sarasehan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi dan perbaikan diri bagi para guru,” tuturnya.

Sarasehan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Eksi Wulandari. Materi disampaikan Hj. Ummi Mahmudah dari Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo dengan Massajo selaku Analis Kebijakan Muda Disdikdaya yang juga anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Kabupaten Probolinggo sebagai moderator.

Materi pembinaan mencakup nilai agama, akhlak, tanggung jawab perkawinan, kesetiaan dan keharmonisan keluarga. Penguatan wawasan kebangsaan, etika sosial serta tanggung jawab ASN juga menjadi bagian dari pembahasan.

Melalui kegiatan ini, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap para guru semakin disiplin dalam menjalankan tugas, menjaga integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik. Pembinaan juga diharapkan mendorong terbentuknya keluarga yang harmonis serta lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan bermartabat. (nab/zid)