Bupati Haris Tegaskan Santri Bisa Jadi Pemimpin, Akhlak dan Identitas Jangan Ditinggalkan


Gending, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengingatkan para santri agar tidak melupakan nilai-nilai pesantren ketika kelak berkiprah di berbagai bidang profesi. Menurutnya, santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin maupun profesional, dengan tetap menjaga akhlak dan identitas keislaman.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Haris dalam kegiatan Jalan Sehat Bersarung yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan bersama Pondok Pesantren Raudlatul Jannah untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2026, Minggu (18/10/2026).

Mengusung tema “Ikhtiar Sehat, Menjunjung Adab, Merawat Ukhuwah”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pesantren dan masyarakat. Bagi Bupati Haris, penggunaan sarung dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol pakaian, tetapi juga pengingat akan identitas santri dan tradisi perjuangan ulama.

“Bersarung ini tidak hanya sekadar memakai pakaian sederhana, tetapi merupakan sebuah identitas. Identitas santri yang harus kita jaga, karena santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga harus memahami perjuangan para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Bupati Haris menegaskan, pendidikan pesantren dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai sektor. Santri tidak perlu membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan, selama tetap menjunjung nilai moral dan tanggung jawab.

“Santri itu bisa menjadi apa saja. Kalian boleh menjadi polisi, tentara, pengusaha, bupati, gubernur, bahkan presiden. Kalian juga bisa menjadi dokter, perawat dan profesi lainnya. Tetapi, jangan pernah melupakan identitas seorang santri, karena di dalamnya ada akhlak dan nilai-nilai yang harus dijaga,” tegasnya.

Ia berharap nilai-nilai yang dipelajari di pesantren tetap melekat ketika para santri memasuki dunia kerja maupun terlibat dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan, menurutnya, perlu diiringi dengan perilaku yang baik, integritas serta kepedulian terhadap sesama.

Selain mengajak santri menjaga identitas dan akhlak, Gus Haris meminta masyarakat ikut memelihara keamanan dan ketertiban di Kabupaten Probolinggo. Ia menekankan perlunya kepedulian bersama untuk mencegah tindak kejahatan, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pencurian.

“Saya berharap Kabupaten Probolinggo terus berkembang menjadi daerah yang aman, sejahtera dan diberkahi dalam setiap proses pembangunan. Semoga Kabupaten Probolinggo ke depan semakin aman, berkah dan barokah. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik, sehingga Kabupaten Probolinggo menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harapnya.

Jalan Sehat Bersarung dimulai dari Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dan berakhir di Lapangan Desa Jatiadi, Kecamatan Gending. Peserta bergerak ke arah barat, kemudian ke selatan melewati Desa Brumbungan Lor, dilanjutkan ke arah timur melalui Desa Suko Kecamatan Maron, sebelum menuju garis finis di Lapangan Desa Jatiadi Kecamatan Gending.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mempererat silaturahmi antara kalangan pesantren, pemerintah dan masyarakat. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang peran kiai, ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Setibanya di garis finis, peserta disambut berbagai hadiah hiburan dari panitia, dengan hadiah utama satu unit sepeda listrik. Panitia juga menyediakan layanan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo untuk memberikan ruang bagi peserta berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Samsur, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Habib Ali Zainal Abidin, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mahdi, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakiem Noer serta Camat Gending Winda Permata Erianti bersama sejumlah alim ulama.

Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak mulia, persaudaraan, kepedulian sosial dan peran aktif santri dalam pembangunan daerah. (nab/zid)