Besuk, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meminta Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak hanya digelar saat peringatan Hari Pangan Sedunia, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Haris saat meninjau Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Tahun 2026 di Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Haris didampingi perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Perum Bulog serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Besuk, termasuk camat dan unsur TNI.
Menurut Bupati Haris, keterjangkauan bahan pangan merupakan persoalan penting yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, organisasi petani, Bulog dan pelaku usaha pertanian perlu membangun kerja sama agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
"Hari ini kita bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kita memiliki tanggung jawab yang cukup besar terhadap ketercukupan bahan pangan. Apalagi, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas yang harus kita perhatikan bersama," ungkapnya.
Bupati Haris mengapresiasi peran HKTI yang telah mendukung pelaksanaan operasi pasar di sejumlah kecamatan. Menurutnya, keterlibatan organisasi petani dan berbagai elemen masyarakat dapat membantu memperluas jangkauan program pangan murah sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
"Kita ingin memastikan bersama seluruh pemangku kepentingan bahwa dapur-dapur masyarakat tidak sampai kosong. Keberlangsungan kehidupan dan kesejahteraan sebuah keluarga sangat ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan pangan mereka. Karena itu, melalui operasi pasar seperti ini, kita berupaya menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Ia menegaskan, keberlanjutan program membutuhkan koordinasi yang konsisten, terutama antara HKTI dan perangkat daerah yang menangani urusan pangan dan pertanian. Dengan demikian, kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan setahun sekali. Saya melihat HKTI sudah bergerak ke beberapa kecamatan untuk melaksanakan operasi pasar. Ini perlu terus dilakukan. Saya juga meminta dinas terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan," tegasnya.
Selain memperkuat kolaborasi dengan HKTI, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Bulog, Bupati Haris juga mendorong keterlibatan pelaku usaha penggilingan padi atau selep padi. Pelaku usaha tersebut dinilai memiliki potensi untuk ikut mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
"Saya yakin para pelaku usaha penggilingan padi juga ingin memberikan kontribusi. Hanya saja, mungkin diperlukan komunikasi dan koordinasi dari kita agar mereka bisa ikut terlibat. Saya titip agar sinergi ini terus dibangun sehingga upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat bisa berjalan dengan baik," tambahnya.
Pelaksanaan GPM Serentak Nasional 2026 dalam rangka Hari Pangan Sedunia menjadi salah satu upaya menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau. Namun, Pemkab Probolinggo berharap upaya menjaga akses pangan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, melainkan berlanjut melalui kolaborasi pemerintah, organisasi petani, Bulog dan pelaku usaha pangan.
Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah daerah berharap ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan masyarakat di berbagai kecamatan semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. (ren/zid)
.jpeg)