TK Melati Gending Berubah, CSR PT. Sasa Inti Sentuh Pendidikan Anak


Gending, Lensaupdate.com – Wajah TK Melati Desa Gending, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kini berubah setelah gedung sekolah tersebut direnovasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sasa Inti.

Gedung yang telah direnovasi itu resmi digunakan setelah diresmikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Presiden Direktur PT Sasa Inti Shiv Ranjan Sahgal, Kamis (3/9/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Setelah itu, Bupati Haris bersama manajemen PT Sasa Inti meninjau langsung ruang guru dan dua ruang kelas yang akan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak TK Melati.

Renovasi tersebut merupakan bagian dari program CSR PT Sasa Inti sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Pelaksanaannya turut mendapat dukungan pasokan bahan bangunan dari empat mitra pengusaha IPBI, yakni PT Impact Pratama Industria Tbk, Sirkular Karya Indonesia, PT Aditya Sarana Graha dan PT Bina Adidaya.

Tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, momentum peresmian juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta pembagian paket perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi TK Melati.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengapresiasi kontribusi PT Sasa Inti yang selama 53 tahun telah menjadi bagian dari pembangunan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak hanya terlihat dari aktivitas ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga melalui program CSR yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Selama 53 tahun PT. Sasa Inti sudah membersamai Kabupaten Probolinggo. Sudah memberikan banyak lapangan pekerjaan, penghidupan yang baik dan kali ini CSR yang juga sudah berjalan sejak tahun 2024,” katanya.

Bupati Haris berharap program CSR PT Sasa Inti ke depan semakin luas dan tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga sektor pendidikan dan kesehatan.

Harapan tersebut dinilai penting karena pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan di Kabupaten Probolinggo. Dengan wilayah sekitar 1.696 kilometer persegi yang terdiri atas 24 kecamatan dan 330 desa/kelurahan, kondisi geografis Kabupaten Probolinggo cukup beragam, mulai dari pesisir, pulau, danau hingga kawasan pegunungan.

Bupati Haris menyebut terdapat sekitar 148 wilayah yang sebelumnya belum memiliki layanan PAUD atau TK. Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong pengembangan layanan pendidikan anak usia dini, salah satunya melalui pola sekolah satu atap.

Pola tersebut diterapkan di wilayah yang belum memiliki lembaga PAUD maupun TK. Guru SD juga dapat dilibatkan untuk membantu memberikan pembelajaran bagi anak-anak usia dini.

“Kita berharap Kabupaten Probolinggo berkembang seperti itu. Anak-anak di semua tempat bisa betul-betul mendapatkan peluang yang sama untuk pendidikan, terutama anak-anak SD dan PAUD,” tegasnya.

Bupati Haris juga memberikan apresiasi kepada PT Sasa Inti karena menjadikan pendidikan sebagai salah satu sasaran program CSR.

“Saya mengapresiasi teman-teman PT. Sasa Inti karena CSR-nya sudah betul-betul bisa membantu pendidikan dan masa depan anak-anak Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Ia berharap kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.

“Semoga PT. Sasa Inti yang sudah 53 tahun berjalan dan memberikan kontribusi cukup besar ini tetap istiqomah. Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, atas nama Bupati Probolinggo dan atas nama pribadi, saya ucapkan sekali lagi terima kasih,” tambahnya.

Sementara Presiden Direktur PT Sasa Inti Shiv Ranjan Sahgal mengatakan keberadaan perusahaan di Kecamatan Gending tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sekitar.

Menurutnya, pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Sebagai bagian dari warga Kabupaten Probolinggo, kami di PT. Sasa Inti berprinsip bahwa pertumbuhan bisnis harus menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Kemajuan suatu daerah berawal dari kualitas hidup dan pendidikan generasi penerusnya,” ujarnya.

Shiv menyebut renovasi TK Melati merupakan bentuk investasi terhadap sumber daya manusia masa depan. Fasilitas belajar yang aman, nyaman dan layak diharapkan dapat mendukung pendidikan anak-anak sejak usia dini.

“Terwujudnya inisiatif ini merupakan bukti nyata kekuatan sinergi lintas sektor. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta seluruh mitra IPBI atas dukungan material yang diberikan,” tambahnya.

Renovasi TK Melati menjadi gambaran bagaimana kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat. Fasilitas yang lebih layak diharapkan membuat proses pembelajaran semakin nyaman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak di Desa Gending.

Bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dukungan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak, terutama di tengah tantangan pemerataan akses PAUD dan TK di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :